USDJPY Tertekan ke Level Terendah 3 Bulan, Setelah Jepang dan AS Perkuat Intervensi Yen
Pasangan USDJPY melemah tajam ke sekitar level 155,21 pada awal perdagangan sesi Asia hari Senin, mencapai titik terendah sejak 6 Mei 2026. Penurunan ini terjadi setelah Yen Jepang (JPY) mendapat dukungan dari laporan mengenai potensi peningkatan intervensi valuta asing (valas) terkoordinasi antara Jepang dan Amerika Serikat (AS).
Bloomberg melaporkan bahwa Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, dan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memperkuat kerja sama untuk menopang nilai tukar Yen. Koordinasi tersebut disebut sebagai bentuk kerja sama mata uang AS-Jepang yang paling erat dalam beberapa dekade terakhir.
Katayama mengungkapkan bahwa Jepang telah melakukan intervensi pembelian Yen bersama AS pada hari Jumat dan membuka peluang untuk melakukan langkah serupa apabila diperlukan. Pemerintah Jepang menegaskan akan terus memantau pergerakan pasar valuta asing.
Sementara itu, Bessent menyatakan bahwa langkah terkoordinasi tersebut berhasil meredam volatilitas Yen yang tidak terkendali. Departemen Keuangan AS juga berkomitmen menjaga komunikasi erat dengan Kementerian Keuangan Jepang dan Bank of Japan (BoJ) guna menjaga stabilitas pasar.
Data Bank of Japan (BoJ) menunjukkan bahwa Jepang kemungkinan telah membeli Yen hingga senilai US$58,97 miliar pada hari Kamis. Langkah tersebut mencerminkan upaya otoritas Jepang dalam mempertahankan stabilitas mata uang di tengah tekanan terhadap Yen.
sumber : fxstreet
