USD Tertekan, Pasar Menanti Data Inflasi AS

Dolar Amerika Serikat (USD) melanjutkan pelemahannya terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan hari Jumat, seiring koreksi imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan. Kondisi ini membuat Greenback kehilangan tenaga dan meningkatkan perhatian pasar terhadap perkembangan terbaru ekonomi serta kebijakan moneter AS.

Pada sesi awal Eropa, Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,05% ke level 101,86 setelah menghadapi tekanan jual pada akhir perdagangan hari Kamis. DXY gagal melanjutkan penguatan di atas level tertinggi tahunan 102,3. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun terkoreksi ke sekitar 5,23%, dari puncak 5,35% pada hari Kamis, sehingga turut membatasi daya tarik USD.

Tekanan terhadap imbal hasil obligasi AS juga muncul ketika harga minyak memangkas kenaikannya setelah Presiden Donald Trump meredakan kekhawatiran mengenai kemungkinan aksi militer baru terhadap Iran menjelang pemilu paruh waktu AS pada 3 November 2026. Trump menyatakan bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu tersebut dan mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Republik Islam Iran berlangsung produktif.

Ke depan, perhatian utama pelaku pasar tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk September yang dijadwalkan pada hari Rabu minggu depan. Data inflasi ini berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, USD berpeluang memperoleh dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat memperpanjang tekanan terhadap Greenback.

Di sisi lain, CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa pasar telah memperhitungkan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun ini. Dengan demikian, pergerakan USD dalam jangka pendek akan sangat dipengaruhi oleh data inflasi dan perubahan ekspektasi kebijakan The Fed. Pelaku pasar perlu mencermati hasil CPI karena angka tersebut dapat menjadi katalis penting bagi arah DXY dan pergerakan mata uang utama lainnya.


sumber : fxstreet