Pekan Krusial: Data Ketenagakerjaan AS Jadi Penentu Arah Dolar, Emas, dan Mata Uang Utama
Pekan pertama bulan Agustus diperkirakan akan menjadi periode penting bagi pergerakan pasar keuangan global, dengan fokus utama pada serangkaian data ekonomi Amerika Serikat. Perhatian investor akan tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Juli, didukung oleh data ISM Manufacturing & Services PMI, ADP Employment Change, dan JOLTS Job Openings. Data-data tersebut akan menjadi acuan utama dalam menilai kondisi pasar tenaga kerja serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Di kawasan Eropa, pelaku pasar akan mencermati rilis Indeks Harga Produsen (PPI), Penjualan Ritel, dan Pesanan Pabrik untuk mengukur perkembangan inflasi dan aktivitas ekonomi. Sementara itu, Tiongkok akan merilis data PMI Jasa Caixin dan neraca perdagangan yang berpotensi memengaruhi sentimen terhadap mata uang berbasis komoditas, terutama Dolar Australia.
Pergerakan pasangan mata uang utama diperkirakan masih didominasi oleh data AS. EURUSD berpeluang mempertahankan penguatannya apabila data ekonomi Eropa tetap solid, sedangkan GBPUSD diperkirakan lebih sensitif terhadap rilis data AS karena minimnya agenda ekonomi Inggris. Di Jepang, perhatian tertuju pada data pertumbuhan upah dan risalah rapat Bank of Japan (BoJ) yang dapat memberikan petunjuk mengenai peluang kenaikan suku bunga berikutnya dan mendukung penguatan Yen.
Sementara itu, AUDUSD akan dipengaruhi oleh data ekonomi Tiongkok mengingat eratnya hubungan perdagangan kedua negara. Data perdagangan dan aktivitas jasa Tiongkok yang lebih baik dari perkiraan berpotensi menopang Dolar Australia, sedangkan hasil yang mengecewakan dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi kawasan Asia.
Di pasar komoditas, emas diperkirakan bergerak mengikuti arah Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Jika data ketenagakerjaan AS lebih kuat dari ekspektasi, peluang penguatan Dolar dan kenaikan imbal hasil Treasury dapat menekan harga emas. Sebaliknya, apabila data ekonomi menunjukkan pelemahan, ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed dapat kembali meningkat dan mendorong kenaikan harga emas.
sumber : fxstreet
