Indeks Dolar AS Turun, setelah Penghentian Serangan AS-Iran

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, kehilangan momentum setelah mencatat penurunan kecil pada hari perdagangan sebelumnya. DXY diperdagangkan turun 0,32% ke level 100 saat berita ini ditulis Pukul 13.10 pada hari Senin.

Greenback turun tajam seiring meredanya ketegangan geopolitik setelah jeda selama akhir pekan dalam permusuhan militer antara AS dan Iran, memberikan kelegaan setelah 13 hari konflik yang semakin memanas. Namun, para pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap potensi gangguan pasokan setelah Houthi yang didukung Iran di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas-fasilitas Arab Saudi di sepanjang Laut Merah.

Laporan mengindikasikan bahwa AS menghentikan serangan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas menipisnya persediaan pencegat dan semakin sedikitnya target yang tersisa di Iran. Selain itu, Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan, dilaporkan memperingatkan Presiden Trump pada hari Jumat bahwa melanjutkan kampanye militer akan sangat membebani cadangan amunisi penting.

Dari sisi kebijakan, Federal Reserve (The Fed) secara luas diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tetap pada hari Rabu sebelum melanjutkan kenaikan suku bunga pada bulan September. Namun, sebagian kecil pelaku pasar masih memprakirakan tindakan mengejutkan pada pertemuan pekan ini. Ke depan, para investor mengamati dengan seksama indikator-indikator ekonomi mendatang, termasuk data PDB Kuartal II pendahuluan, inflasi PCE, dan laporan pendapatan dari perusahaan-perusahaan besar AS, untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut mengenai kekuatan mendasar ekonomi.


sumber : fxstreet