Harga Minyak Turun, Setelah Ketegangan AS-Iran Mereda dan OPEC+ Tambah Produksi
Harga minyak dunia mengalami tekanan pada perdagangan hari Senin, turun sekitar 6% dan mencapai level terendah dalam tiga pekan. Pelemahan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran akan kembali dilanjutkan setelah dirinya membatalkan rencana serangan militer terhadap negara tersebut.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 6,35% ke level US$79,25 per barel saat berita ini ditulis Pukul 14.00 WIB. Meskipun mengalami penurunan, Harga WTI tersebut masih mencatat kenaikan lebih dari 20% sepanjang Juli 2026 akibat meningkatnya ketegangan geopolitik sebelumnya.
Trump mengatakan bahwa Iran dan beberapa negara Timur Tengah meminta waktu tambahan untuk melakukan perundingan. Pembicaraan tersebut bertujuan membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz serta memastikan Iran menghentikan program nuklirnya. Meredanya risiko konflik membuat kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global mulai berkurang.
Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak setelah konflik di Timur Tengah meluas hingga mengancam infrastruktur energi dan jalur perdagangan. Serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi, kapal gas di Pelabuhan Damietta Mesir, serta jalur pelayaran di Selat Hormuz dan Laut Merah meningkatkan kekhawatiran akan terganggunya distribusi energi dunia, sehingga harga Brent sempat menembus level US$90 per barel.
Tekanan terhadap harga minyak semakin besar setelah OPEC+ memutuskan untuk meningkatkan kuota produksi sekitar 188.000 barel per hari mulai September. Langkah tersebut menunjukkan komitmen kelompok produsen minyak untuk secara bertahap mengembalikan pasokan setelah pengurangan produksi sukarela sejak 2023, seiring menurunnya risiko geopolitik di pasar energi.
sumber : investing.com
