Harga Minyak Tertekan, Diplomasi AS-Iran Jadi Sorotan
Harga Minyak Mentah bergerak melemah pada perdagangan hari Senin, melanjutkan penurunan pada pekan sebelumnya. Pelaku pasar mencermati upaya diplomatik untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun serangan terbaru kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman kembali meningkatkan ketegangan di kawasan. West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan turun 1,42% ke level US$93,98 per barel saat berita ini ditulis Pukul 13.40 WIB.
Harga WTI sebelumnya telah mencatat penurunan mingguan pada hari Jumat, seiring munculnya indikasi kemajuan diplomatik dan upaya pemulihan pasokan Minyak Arab Saudi yang terganggu. Perkembangan tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi kekurangan pasokan. Presiden AS Donald Trump juga menyampaikan dalam wawancara dengan Fox News bahwa dirinya kemungkinan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada pekan ini.
Kemajuan dalam proses negosiasi berpotensi mengurangi premi risiko geopolitik yang selama ini menopang harga Minyak. Namun, risiko gangguan terhadap infrastruktur energi dan jalur pelayaran tetap menjadi perhatian setelah kelompok Houthi melancarkan serangan rudal dan drone ke arah Riyadh pada hari Sabtu. Serangan tersebut mendorong Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara bagi ibu kota, sekaligus memperkuat kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas energi dan distribusi Minyak di kawasan.
Ketegangan yang kembali meningkat menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan lebih lanjut pada ekspor Minyak Arab Saudi. Pipa East-West yang mengangkut Minyak dari ladang-ladang di wilayah timur kerajaan menuju Laut Merah masih terdampak serangan. Meski demikian, Riyadh terus mencari jalur alternatif untuk menyalurkan pasokan ke pasar internasional. Laporan mengenai penawaran tambahan kargo Minyak kepada kilang-kilang Asia melalui transfer antarkapal di lepas pantai Sohar, Oman, turut meredakan kekhawatiran terhadap kelangkaan pasokan dalam waktu dekat.
Dengan adanya sinyal yang berlawanan antara perkembangan diplomatik dan eskalasi militer, pasar Minyak diperkirakan tetap sensitif terhadap setiap berita terbaru dari kedua sisi tersebut. Kemajuan negosiasi AS-Iran dapat menekan harga melalui pengurangan premi risiko, sedangkan serangan terhadap infrastruktur energi atau jalur pelayaran berpotensi kembali meningkatkan kekhawatiran pasokan. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati perkembangan geopolitik dan distribusi Minyak global sebagai faktor penting yang dapat memengaruhi pergerakan harga dalam jangka pendek.
sumber : fxstreet
