Harga Minyak Rebound di Tengah Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran

Harga minyak dunia menguat pada perdagangan hari Selasa setelah mengalami penurunan tajam pada hari sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh ketidakpastian mengenai negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,89% ke level $ 80,69 per barel saat berita ini ditulis Pukul 13.50 WIB. Sebelumnya, sempat melemah sekitar 5% setelah muncul harapan bahwa AS dan Iran akan kembali melanjutkan perundingan diplomatik.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung dan menyebutnya sebagai “kesempatan terakhir” bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan, termasuk terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, pemerintah Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan AS dan menegaskan bahwa mereka hanya bekerja sama dengan Oman untuk mengatur jalur pelayaran di kawasan tersebut. Pernyataan yang saling bertentangan ini membuat pelaku pasar tetap berhati-hati.

Analis ING menilai aksi jual yang terjadi sebelumnya terlalu berlebihan karena ketidakpastian masih sangat tinggi. Mereka memperingatkan bahwa penolakan Iran terhadap klaim negosiasi, ditambah peringatan Trump apabila tidak tercapai kesepakatan, masih membuka peluang terjadinya eskalasi konflik yang dapat mengganggu pasokan energi global. Selat Hormuz, yang menjadi jalur sekitar 20% perdagangan minyak dunia, tetap menjadi fokus utama perhatian pasar.

Di sisi lain, data terbaru menunjukkan ekspor minyak mentah AS turun menjadi 3,66 juta barel per hari pada Juli, level terendah dalam delapan bulan. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan dari Timur Tengah setelah gencatan senjata sementara pada Juni, sehingga mengurangi permintaan terhadap minyak mentah asal Amerika Serikat.


sumber : investing