Harga Minyak Naik, Ketidakpastian Selat Hormuz Kembali Tekan Pasokan Global
Harga minyak mentah naik lebih dari 1% pada perdagangan hari Senin setelah Iran menegaskan tidak akan melonggarkan persyaratannya untuk membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal Teheran, sehingga meningkatkan ketidakpastian mengenai kapan lalu lintas kapal melalui jalur penting pengiriman minyak tersebut dapat kembali normal. West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,37% ke level US$94,15 per barel saat berita ini ditulis Pukul 13.35 WIB.
Dalam proposalnya, Iran menyatakan Selat Hormuz dapat dibuka kembali dalam waktu tujuh hari sambil negosiasi yang lebih luas dilanjutkan. Namun, syaratnya mencakup pencabutan blokade angkatan laut AS, pengurangan tekanan militer, penghapusan sanksi terhadap penjualan minyak Iran, serta kesepakatan gencatan senjata. Teheran menegaskan tetap berpegang pada persyaratan tersebut meskipun proposalnya telah ditolak Trump. Di sisi lain, Trump mengatakan negosiasi dengan Iran diperkirakan kembali berlangsung pekan ini, sementara Qatar terus melakukan komunikasi antara kedua pihak untuk menghidupkan kembali pembicaraan.
Selat Hormuz menjadi perhatian utama pasar karena sebelum konflik berlangsung, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati jalur tersebut. Aktivitas pelayaran kini mengalami penurunan tajam akibat konflik dan ketidakpastian keamanan. Kekhawatiran pasokan juga meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal komersial di Laut Merah.
Arab Saudi pada hari Sabtu mengatakan telah mencegat dua rudal balistik dan dua drone yang diluncurkan kelompok Houthi. Serangan tersebut terjadi beberapa hari setelah Arab Saudi sebelumnya melaporkan berhasil mencegat enam rudal yang diarahkan menuju wilayah Taif dan kawasan Yanbu. Gangguan terhadap jalur perdagangan dan ekspor tersebut memaksa produsen minyak di kawasan Teluk mencari jalur alternatif untuk mengangkut minyak mentah.
Meski demikian, terdapat indikasi bahwa sebagian minyak masih dapat melewati Selat Hormuz dengan volume yang lebih tinggi. Trump mengatakan lebih dari 20 juta barel minyak telah melintasi selat tersebut selama akhir pekan, menurut laporan Axios. Selain pasokan minyak mentah, pasar juga terus mencermati ketersediaan produk olahan. Harga diesel di Eropa dan AS telah mencapai rekor tertinggi setelah gangguan terhadap ekspor minyak dan produk olahan dari Timur Tengah serta Rusia semakin memperketat pasar bahan bakar.
sumber : investing
