Harga Minyak Melemah, Seiring Meredanya Kekhawatiran Pasokan Global
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah pada perdagangan hari Rabu. WTI diperdagangkan turun 0,08% ke level US$ 75,05 per barel saat berita ini ditulis Pukul 14.00 WIB. Pelemahan terjadi setelah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan mulai mereda seiring meningkatnya optimisme atas kemajuan diplomatik yang mengarah pada pembukaan kembali Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia.
Perkembangan tersebut didukung oleh pernyataan pejabat Qatar yang mengungkapkan bahwa proposal sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz telah disusun. Amerika Serikat dan Iran juga dikabarkan menunjukkan kemajuan dalam proses negosiasi, setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan militer terhadap Iran demi memberi ruang bagi jalur diplomasi.
Di sisi lain, negara-negara kawasan terus berupaya menjaga kelancaran jalur pelayaran. Iran dikabarkan sedang meninjau kerja sama dengan negara-negara Eropa terkait pembersihan ranjau laut di Selat Hormuz, sementara Oman memfasilitasi pembahasan untuk mengamankan jalur perdagangan. Arab Saudi juga melanjutkan perundingan dengan kelompok Houthi melalui mediasi Oman guna mengurangi ketegangan di kawasan Laut Merah.
Tekanan terhadap harga minyak semakin besar setelah data menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat meningkat 2,69 juta barel pada pekan yang berakhir 31 Juli, berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan. Kenaikan stok tersebut mengindikasikan pasokan minyak masih relatif memadai sehingga mengurangi kekhawatiran akan kelangkaan pasokan dalam jangka pendek.
Selain itu, analis BNY menilai ketahanan infrastruktur Saudi Aramco turut membantu menjaga stabilitas pasokan energi. Dukungan jaringan pipa alternatif, fasilitas penyimpanan, dan terminal ekspor memungkinkan perusahaan tetap mempertahankan produksi dan pengiriman minyak meskipun risiko geopolitik di sekitar Selat Hormuz masih belum sepenuhnya mereda.
sumber : fxstreet
