Harga Emas Tertekan, Pasar Menanti Data NFP AS

Harga emas (XAUUSD) melanjutkan koreksi pada perdagangan hari Jumat setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam dua pekan. Pada sesi awal perdagangan Eropa, logam mulia tersebut bergerak melemah 1,01% ke level US$4.047,42 per troy ounce. Tekanan ini dipicu oleh penguatan moderat dolar Amerika Serikat (USD), yang melanjutkan pemulihan dari level terendah sejak akhir September 2026. Meskipun demikian, potensi penurunan emas diperkirakan masih terbatas karena pelaku pasar cenderung menahan diri menjelang rilis data ketenagakerjaan AS.

Perhatian utama investor kini tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat untuk bulan Oktober. Data tersebut diperkirakan menunjukkan penambahan 65 ribu lapangan pekerjaan baru, meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang hanya mencatatkan 29 ribu pekerjaan. Sementara itu, tingkat pengangguran diproyeksikan tetap stabil di angka 4,2%. Selain kedua indikator tersebut, data Pendapatan Per Jam Rata-Rata juga akan menjadi perhatian karena dapat memberikan gambaran mengenai tekanan inflasi dari sisi upah dan memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Dari sisi pasar keuangan, kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS turut memicu kekhawatiran terhadap prospek sektor kecerdasan buatan (AI), khususnya terkait kemungkinan peningkatan regulasi terhadap perusahaan teknologi. Kondisi tersebut mendorong aksi jual saham di Wall Street dan meningkatkan permintaan terhadap aset aman, termasuk obligasi pemerintah AS. Namun, pemulihan harga minyak mentah dunia kembali memunculkan kekhawatiran inflasi. Di samping itu, pelaku pasar masih memperhitungkan peluang sekitar 70% bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember, sehingga memberikan dukungan terhadap dolar AS.

Faktor geopolitik juga masih menjadi perhatian penting yang memengaruhi pergerakan harga emas. Ketidakpastian hubungan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump menyampaikan pernyataan mengenai kemungkinan tindakan militer lebih lanjut terhadap Iran. Perbedaan pandangan kedua negara terkait program nuklir Teheran dan keamanan jalur pelayaran Selat Hormuz turut mempertahankan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut mendorong permintaan terhadap aset safe-haven, termasuk dolar AS dan obligasi pemerintah, sehingga menciptakan tekanan tambahan terhadap harga emas dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, pergerakan emas masih dipengaruhi oleh kombinasi penguatan USD, ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, serta perkembangan geopolitik global. Rilis data NFP AS berpotensi menjadi katalis utama yang menentukan arah pergerakan XAUUSD selanjutnya. Apabila data ketenagakerjaan lebih lemah dari perkiraan, dolar AS berpotensi kembali tertekan dan membuka peluang pemulihan harga emas. Sebaliknya, data yang lebih kuat dapat memperkuat USD dan meningkatkan tekanan jual terhadap logam mulia. Meskipun menghadapi koreksi, emas masih berpeluang mencatatkan kenaikan mingguan untuk pertama kalinya dalam tiga pekan dan bertahan di atas level psikologis US$4.000 per troy ounce.


sumber : fxsttreet