Harga Emas Terkoreksi dari Puncak Tertinggi, Pasar Menanti Data NFP AS

Harga emas (XAUUSD) terkoreksi setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Juni 2026 di atas US$4.300 per troy ounce. Pelemahan ini dipicu oleh kembali menguatnya Dolar AS (USD) setelah sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) menegaskan bahwa inflasi masih berada di atas target dan kenaikan suku bunga tetap menjadi opsi apabila tekanan harga tidak segera mereda.

Gubernur The Fed Lisa Cook menyatakan bank sentral siap menaikkan suku bunga jika proses penurunan inflasi terhenti, sementara Presiden The Fed San Francisco Mary Daly menilai masih diperlukan data tambahan sebelum menentukan arah kebijakan pada pertemuan September. Meski demikian, data ADP Employment Change dan ISM Services PMI yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sehingga membatasi penguatan dolar dan tetap memberikan dukungan bagi harga emas.

Di sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah masih menjadi perhatian setelah kelompok Houthi kembali melancarkan serangan terhadap kapal tanker minyak. Namun, optimisme terhadap potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran serta kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi, sehingga membatasi kenaikan harga minyak dan menjaga minat investor terhadap aset safe haven tetap stabil.

Pelaku pasar kini mengalihkan fokus pada rilis Klaim Tunjangan Pengangguran Awal Amerika Serikat dan terutama Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan diumumkan pada Jumat. Data tersebut diperkirakan menjadi penentu utama ekspektasi kebijakan moneter The Fed serta arah pergerakan Dolar AS, imbal hasil obligasi, dan harga emas dalam jangka pendek.

Dari sisi teknikal, tren emas masih menunjukkan kecenderungan positif setelah berhasil menembus Simple Moving Average (SMA) 50-hari, didukung indikator MACD dan RSI yang mengarah bullish. Apabila mampu bertahan di atas area resistance saat ini, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level psikologis US$4.500. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, area US$4.157 hingga US$3.939 diperkirakan menjadi zona support penting yang akan menjadi perhatian pelaku pasar.


sumber : fxstreet