Harga Emas Sideways, Penguatan USD Batasi XAUUSD
Harga Emas (XAUUSD) melanjutkan pergerakan konsolidatif dan diperdagangkan di bawah US$4.150 menjelang sesi Eropa pada hari Senin, berada dalam kisaran yang bertahan selama sekitar satu pekan terakhir. Penguatan Dolar AS (USD) menjadi tekanan utama setelah Greenback kembali mencatat reli hingga level tertinggi sejak April 2025. Meski demikian, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober membantu membatasi penurunan harga Emas.
Data Nonfarm Payrolls (NFP) AS menunjukkan ekonomi hanya menambah 29 ribu lapangan pekerjaan pada September, jauh di bawah angka bulan sebelumnya yang direvisi menjadi 133 ribu dan estimasi konsensus sebesar 89 ribu. Tingkat Pengangguran juga naik menjadi 4,2% dari 4,1% pada Agustus, sementara pertumbuhan upah tahunan melambat menjadi 3,0%, menyamai level terendah sejak Mei 2021. Bersama data inflasi AS yang lebih lemah pada pekan sebelumnya, kondisi tersebut mengurangi tekanan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga, sekaligus menekan imbal hasil obligasi AS dan memberikan dukungan bagi Emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Analis ABN Amro menilai laporan pasar tenaga kerja terbaru masih konsisten dengan skenario dasar mereka. Menurut mereka, rata-rata pertumbuhan lapangan pekerjaan selama tiga bulan sebesar 51 ribu tergolong solid jika mempertimbangkan kondisi pasokan tenaga kerja, tetapi belum menunjukkan pasar tenaga kerja yang panas atau ketat. ABN Amro menilai pelemahan pasar tenaga kerja, ditambah kejutan negatif pada laporan PCE sebelumnya, telah menghilangkan tekanan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada Oktober 2026. Namun, bank tersebut tetap memperkirakan satu kenaikan suku bunga lagi pada Desember 2026 karena tekanan inflasi yang persisten akibat guncangan energi.
Di sisi lain, CME Group FedWatch Tool menunjukkan pasar masih memperkirakan sekitar 85% peluang kenaikan biaya pinjaman oleh bank sentral AS hingga akhir tahun. Ketidakpastian geopolitik juga terus meningkatkan permintaan terhadap USD sebagai aset safe haven. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan tidak ada solusi militer untuk konflik dengan AS, tetapi Teheran tetap siap kembali berperang. Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka hingga kondisi yang ditetapkan Iran terpenuhi.
Risiko geopolitik semakin kompleks setelah kepala badan pemerintahan Yaman, Rashad al-Alimi, mengumumkan dimulainya operasi militer untuk merebut kembali wilayah yang masih dikuasai Houthi. Sementara itu, Ukraina melaporkan serangan udara Rusia di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro pada hari Minggu. Kondisi tersebut menjaga premi risiko geopolitik dan mendukung permintaan terhadap USD, sehingga pergerakan XAUUSD masih perlu diwaspadai. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis ISM Services PMI AS serta pidato sejumlah anggota FOMC, yang berpotensi menjadi katalis berikutnya bagi harga Emas.
sumber : fxstreet
