Harga Emas Menguat, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Menurun
Harga emas (XAUUSD) menguat pada hari Kamis setelah sebelumnya turun sekitar 6% sepanjang September 2026. Data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) berikutnya, meski imbal hasil Treasury yang tinggi dan dolar AS yang masih menguat membatasi kenaikan harga emas. XAUUSD diperdagangkan naik 0,77% ke level US$4.189,35 per troy ons saat berita ini ditulis Pukul 13.25 WIB.
Data menunjukkan indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) inti, yang menjadi salah satu indikator inflasi pilihan The Fed, naik 0,2% pada Agustus, lebih rendah dari ekspektasi pasar. Angka bulan sebelumnya juga direvisi lebih rendah sehingga memberikan sedikit kelegaan terhadap prospek inflasi AS. Kondisi tersebut mendorong pasar memangkas tajam ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed Oktober 2026, dengan probabilitas tersirat turun menjadi sekitar 34% dari hampir 70% pada awal pekan.
Di sisi lain, belanja konsumen AS meningkat pada Agustus dengan laju tercepat dalam lebih dari satu tahun. Data tersebut menunjukkan perekonomian masih mampu bertahan menghadapi tingkat suku bunga yang lebih tinggi dan turut menjaga imbal hasil Treasury tenor panjang di dekat level tertinggi dalam beberapa dekade. Imbal hasil obligasi yang tinggi tetap menjadi tekanan bagi emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan pendapatan bunga.
Emas tercatat turun sekitar 6% pada September 2026, menjadi penurunan bulanan terbesar sejak Juni 2026. Pelemahan tersebut terjadi setelah The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023 dan memberikan sinyal bahwa pengetatan kebijakan moneter tambahan masih mungkin diperlukan. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi global meningkat akibat kekhawatiran terhadap kenaikan utang pemerintah dan defisit fiskal, yang turut mendorong kenaikan term premium.
Memasuki Oktober, data PCE yang lebih lunak memberikan ruang bagi pemulihan harga emas, tetapi tingginya imbal hasil Treasury jangka panjang masih membatasi potensi kenaikan XAUUSD. Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis hari Jumat untuk mencari petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed serta prospek harga emas.
sumber : investing
