Harga Emas Melonjak Usai Data Tenaga Kerja AS Melemah, Fokus Pasar Beralih ke NFP
Harga logam mulia menjadi sorotan pada perdagangan Rabu setelah emas melonjak lebih dari 4% dan ditutup di US$4.246,69 per troy ounce, sementara perak menguat hampir 5%. Kenaikan ini dipicu oleh data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga meningkatkan ekspektasi bahwa tekanan terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) akan mulai berkurang.
Laporan ADP Employment Change menunjukkan penambahan tenaga kerja sektor swasta hanya 44 ribu pada Juli, jauh di bawah perkiraan 70 ribu. Sementara itu, ISM Services PMI sedikit lebih rendah dari ekspektasi dan komponen ketenagakerjaannya turun ke wilayah kontraksi, mengindikasikan perlambatan perekrutan yang semakin nyata. Kondisi tersebut membuat Indeks Dolar AS (DXY) melemah tipis dan menopang kenaikan harga logam mulia.
Di pasar mata uang, EURUSD dan GBPUSD menguat seiring pelemahan dolar AS, sedangkan USDCAD turun karena menguatnya Dolar Kanada. USDJPY relatif stabil setelah risalah rapat Bank of Japan (BoJ) menunjukkan sebagian pembuat kebijakan mulai mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut apabila tekanan inflasi tetap berlanjut.
Sementara itu, harga minyak WTI bergerak stabil setelah dua hari mengalami penurunan tajam. Pasar masih menantikan kepastian mengenai kesepakatan pelayaran di Selat Hormuz, yang dinilai berpotensi mengurangi risiko gangguan pasokan minyak global dan meredakan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Memasuki perdagangan Kamis, perhatian investor akan tertuju pada data Neraca Perdagangan Australia, Pesanan Pabrik Jerman, Penjualan Ritel Zona Euro, serta Klaim Tunjangan Pengangguran Awal Amerika Serikat. Rangkaian data tersebut akan menjadi petunjuk penting menjelang rilis Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat, yang diperkirakan menjadi penentu utama arah pergerakan dolar AS, emas, dan pasar keuangan global.
sumber : fxtreet
