Harga Emas Melonjak di Tengah Harapan Perdamaian Timur Tengah

Harga emas melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Rabu, didukung oleh meningkatnya optimisme terhadap tercapainya kesepakatan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz. Meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global mengurangi tekanan inflasi dan mendorong pelaku pasar menurunkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Harga emas spot (XAUUSD) naik sekitar 2,37% ke level US$4.174,05 per troy ounce saat berita ini ditulis Pukul 13.50 WIB. Penguatan ini merupakan kenaikan selama dua hari berturut-turut, didukung oleh laporan bahwa Amerika Serikat, Iran, dan Oman semakin dekat mencapai kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa kesepakatan tersebut berpotensi diumumkan dalam waktu dekat. Harapan akan normalisasi pasokan energi membuat pasar memperkirakan harga minyak akan lebih stabil, sehingga ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed menjadi lebih longgar. Saat ini, pasar hanya memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, turun dari proyeksi dua kali kenaikan pada pekan sebelumnya.

Di sisi lain, Indeks Dolar AS kembali melemah sehingga meningkatkan daya tarik emas bagi investor global. Meski beberapa pejabat The Fed masih menyuarakan sikap hawkish dan membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tetap tinggi, pelemahan dolar berhasil memberikan dukungan tambahan bagi pergerakan harga emas.

Permintaan emas dari China juga menjadi faktor penopang pasar. Data Bloomberg menunjukkan dana investasi berbasis emas (gold-backed ETF) di China mencatat arus masuk dana selama 14 hari perdagangan berturut-turut, yang merupakan periode terpanjang sejak Maret. Kenaikan permintaan tersebut membantu menjaga harga emas tetap bertahan di atas level psikologis US$4.000 per troy ounce meskipun ketidakpastian terkait arah kebijakan The Fed masih membayangi pasar.

sumber : investing