Harga Emas Dekati US$4.300, Investor Menanti Data NFP AS
Harga emas (XAUUSD) melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat dan kembali mendekati level US$4.300 per troy ounce, mendekati level tertinggi sejak 18 Juni 2026. Kenaikan ini membuat emas berada di jalur pencatatan pekan terbaik sejak Januari 2026, seiring investor menantikan laporan ketenagakerjaan AS (Nonfarm Payrolls/NFP) yang dapat menentukan arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) berikutnya.
Pergerakan emas tetap didukung oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait konflik AS-Iran. Meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang dengan Iran kemungkinan segera berakhir, muncul kekhawatiran baru setelah adanya laporan mengenai potensi serangan oleh kelompok milisi Irak dan Houthi yang didukung Iran terhadap Arab Saudi. Risiko konflik yang meluas kembali meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.
Situasi semakin kompleks setelah Iran dikabarkan sedang mempertimbangkan kerangka kerja pengelolaan Selat Hormuz yang dapat membatasi akses kapal-kapal tertentu. Klaim Houthi atas serangan terhadap kapal tanker minyak Saudi di Teluk Aden juga meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global, yang berpotensi mendorong inflasi dan membuat bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih menjadi faktor pembatas bagi emas. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang lebih dari 80% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga hingga akhir tahun. Kondisi tersebut berpotensi mendukung Dolar AS dan menahan laju kenaikan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Secara teknikal, tren emas masih menunjukkan momentum bullish setelah berhasil menembus area US$4.165. Indikator RSI berada di level 61,29 dan MACD bergerak positif, menunjukkan tekanan beli masih dominan. Resistance terdekat berada di sekitar US$4.333, kemudian US$4.414 dan US$4.525. Sementara itu, area support penting berada di US$4.265, US$4.165, hingga US$4.151. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil data NFP AS dan arah kebijakan The Fed.
sumber : fxstreet
