Emas Tertekan Prospek Hawkish The Fed, Risiko Geopolitik Batasi Pelemahan

Harga emas (XAUUSD) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan hari Selasa setelah sempat mencatat kenaikan tipis selama sesi Asia. Logam mulia ini turun menembus level US$4.350, melemah 0,58% ke level US$4.318,66 per troy ounce saat berita ini ditulis Pukul 13.40 WIB, meskipun ruang pelemahannya diperkirakan masih terbatas. Prospek kebijakan moneter hawkish Federal Reserve (The Fed) menjadi salah satu faktor utama yang membebani emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Tekanan terhadap emas meningkat setelah Ringkasan Proyeksi Ekonomi (SEP) terbaru The Fed menunjukkan bahwa para pejabat masih memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini. Presiden The Fed Boston Susan Collins dan Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem juga mendukung pengetatan kebijakan lebih lanjut guna mengantisipasi risiko inflasi yang masih tinggi akibat kenaikan harga komoditas. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan daya tarik Dolar AS dan menekan permintaan terhadap emas.

Namun, penurunan harga minyak baru-baru ini membantu meredakan kekhawatiran inflasi dalam jangka pendek serta mendorong imbal hasil obligasi AS menjauh dari level tertinggi multi-tahun. Situasi ini turut membatasi penguatan Dolar AS yang sebelumnya mencapai level tertinggi sejak akhir Juli pada Jumat lalu. Pelemahan momentum dolar tersebut menjadi salah satu faktor yang memberikan dukungan terhadap harga emas.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan kemungkinan perluasan konflik apabila Amerika Serikat meningkatkan eskalasi. Tekanan ekonomi AS terhadap Iran serta meningkatnya pertempuran antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan Arab Saudi turut mempertahankan premi risiko geopolitik. Perkembangan tersebut berpotensi memicu volatilitas harga minyak dan memengaruhi ekspektasi inflasi maupun kebijakan suku bunga.

Pelaku pasar kini menantikan perkembangan lebih lanjut terkait krisis Timur Tengah, pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Kamis, serta pidato sejumlah anggota FOMC. Berbagai agenda tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan Dolar AS dan harga emas. Dengan latar belakang fundamental yang masih beragam, investor perlu mencermati perkembangan suku bunga, inflasi, dan geopolitik sebelum mengambil posisi terhadap peluang pemulihan harga emas dari level terendah dalam lebih dari satu bulan.


sumber : fxstreet