Emas Sideways di Tengah Sinyal Hawkish The Fed dan Ketegangan Timur Tengah
Harga Emas (XAUUSD) kesulitan melanjutkan penguatan hari sebelumnya dan bergerak fluktuatif antara kenaikan tipis dan penurunan kecil pada hari Jumat. Dolar AS (USD) justru melemah ke level terendah hampir dua minggu setelah pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh di Pertemuan Tahunan IMF dan Grup Bank Dunia tidak memberikan perubahan signifikan terhadap prospek suku bunga. Penurunan tajam imbal hasil obligasi AS dalam beberapa hari terakhir turut menekan USD dan memberikan dukungan bagi logam mulia.
Pidato Warsh memperoleh skor 5,6/10 dalam FXS Speechtracker, sedikit di bawah baseline 6,1/10, yang mencerminkan nada relatif lebih lunak tetapi masih konsisten dengan sikap hati-hati The Fed. Warsh menegaskan bahwa bank sentral AS berkomitmen menjaga stabilitas harga dan menolak memberikan penilaian prematur terhadap hasil pertemuan mendatang. Pernyataannya mengenai trauma akibat krisis keuangan global, disertai pandangan positif terhadap pertumbuhan struktural dan investasi yang didorong oleh kebijakan yang tepat, menunjukkan bahwa bias hawkish masih terjaga tanpa komitmen awal terhadap keputusan Oktober maupun Desember 2026.
Indeks Sentimen Fed FXS juga tidak berubah dan bertahan di level 127,51, menjaga keseluruhan sentimen tetap berada di wilayah hawkish. Kombinasi indeks yang stabil dengan skor Speechtracker yang sedikit lebih rendah menunjukkan bahwa pidato Warsh tidak memperkuat ekspektasi pengetatan secara signifikan, tetapi juga tidak mengindikasikan perubahan dovish yang jelas. Fokus terhadap AI sebagai pendorong permintaan jangka pendek dan peningkatan keyakinan terhadap data, sembari tetap memperhatikan risiko negatif, semakin memperkuat pendekatan kebijakan yang berhati-hati dan berbasis risiko.
Di sisi lain, percepatan inflasi AS yang didorong oleh kenaikan harga energi menjaga ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun tetap tinggi. Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan kenaikan luas harga konsumen pada September, sementara Indeks Harga Produsen (PPI) AS pada hari Kamis (15/10) melonjak 1,3% secara bulanan, kenaikan terbesar sejak Maret 2022, dengan tingkat tahunan mencapai 6,3%. PPI inti juga meningkat 0,7% secara bulanan dan 5% secara tahunan. Data tersebut mengindikasikan tekanan inflasi yang meluas di luar sektor energi dan memperkuat prospek kebijakan moneter ketat. Berdasarkan CME Group FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang lebih dari 90% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember 2026.
Kenaikan ketegangan di Timur Tengah turut membatasi pelemahan USD sebagai aset safe-haven sekaligus menahan potensi kenaikan Emas. Kelompok Houthi yang didukung Iran dilaporkan melancarkan serangan rudal terhadap fasilitas pemerintahan Yaman yang didukung Arab Saudi di Aden, sementara Prancis mulai mengerahkan aset militernya di Arab Saudi. Di saat yang sama, militer AS menyusun rencana serangan terhadap infrastruktur energi dan lokasi nuklir Iran, meningkatkan risiko eskalasi konflik regional. Kombinasi risiko geopolitik, inflasi yang tetap tinggi, dan ekspektasi kebijakan hawkish The Fed berpotensi menjaga USD tetap mendapat dukungan dan membatasi ruang penguatan XAUUSD.
sumber : fxstreet
