Dolar Menguat, Pasar Menanti Data NFP AS

Indeks Dolar AS (DXY) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan hari Jumat dengan melanjutkan pemulihan dari level terendah sejak akhir September 2026 yang tercatat pada hari sebelumnya. DXY naik 0,3% ke level 101,78 saat berita ini ditulis Pukul 14.10 WIB. Meskipun demikian, indeks tersebut masih mencatatkan pelemahan moderat secara mingguan karena pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan AS yang diperkirakan menjadi penentu arah pergerakan dolar selanjutnya.

Fokus utama investor tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat untuk bulan Oktober. Data tersebut diperkirakan menunjukkan penambahan 65 ribu lapangan pekerjaan baru, meningkat dibandingkan pencapaian bulan sebelumnya sebesar 29 ribu. Sementara itu, Tingkat Pengangguran diproyeksikan tetap stabil di angka 4,2%. Selain kedua indikator tersebut, Pendapatan Per Jam Rata-Rata juga akan menjadi perhatian karena pertumbuhan upah memiliki pengaruh penting terhadap tekanan inflasi dan ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Dari sisi fundamental, kenaikan harga minyak mentah dunia kembali memunculkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Kondisi ini turut memperkuat spekulasi bahwa The Fed masih berpotensi mempertahankan kebijakan moneter ketat. Pelaku pasar saat ini memperhitungkan peluang sekitar 70% bahwa bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember 2026. Ekspektasi tersebut mendorong pemulihan moderat imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah sebelumnya mengalami penurunan akibat perkembangan politik pascapemilu paruh waktu. Kenaikan imbal hasil Treasury tersebut turut memberikan dukungan bagi penguatan DXY.

Selain faktor ekonomi, ketegangan geopolitik juga menjadi pendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe-haven. Presiden Donald Trump pada Kamis menyampaikan pernyataan mengenai kemungkinan tindakan militer lebih lanjut terhadap Iran. Di sisi lain, Amerika Serikat dan Iran masih memiliki perbedaan pandangan terkait program nuklir Teheran serta keamanan jalur pelayaran Selat Hormuz. Ketidakpastian tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan berpotensi mendorong investor mencari perlindungan pada aset yang dianggap lebih aman, termasuk USD.

Namun, prospek penguatan dolar masih menghadapi sejumlah ketidakpastian. Pemimpin Demokrat di Senat AS, Chuck Schumer, sebelumnya menyatakan komitmennya untuk mendorong berakhirnya konflik Iran. Perkembangan diplomatik tersebut berpotensi mengurangi premi risiko geopolitik apabila menghasilkan kemajuan nyata. Oleh karena itu, pelaku pasar masih menantikan hasil NFP sebelum mengambil posisi lebih agresif terhadap dolar AS. Secara teknikal, area 101,80 menjadi level penting yang perlu diperhatikan, sementara kemampuan DXY mempertahankan momentum penguatan akan sangat bergantung pada hasil data ekonomi dan perkembangan geopolitik berikutnya.


sumber : fxstreet