Dolar AS Stabil, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS
Dolar AS (USD) bergerak stabil pada perdagangan Selasa setelah mencatat pemulihan moderat sehari sebelumnya seiring memudarnya optimisme pasar terhadap penyelesaian diplomatik konflik di Timur Tengah. Fokus investor kini beralih ke sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat, termasuk Neraca Perdagangan Barang, Lowongan Pekerjaan JOLTS, dan Pesanan Pabrik bulan Juni, yang diperkirakan akan memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).
Sentimen pasar sempat membaik setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan membuka peluang dimulainya kembali perundingan. Namun, Iran membantah adanya negosiasi yang sedang berlangsung sehingga kembali meningkatkan ketidakpastian geopolitik. Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah WTI rebound sekitar 1% ke kisaran US$ 81,42 per barel setelah sebelumnya anjlok lebih dari 7%.
Indeks Dolar AS berhasil pulih dari level terendah sejak pertengahan Juni dan kembali bertahan di atas level psikologis 100. Di pasar valuta asing, USDJPY menguat mendekati 158,00 setelah berfluktuasi tajam pada hari sebelumnya. Analis MUFG menilai intervensi bersama antara AS dan Jepang, serta pembahasan mengenai fasilitas likuiditas dolar bagi bank sentral asing, menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap stabilitas pasar keuangan global.
Sementara itu, EURUSD bergerak stabil di sekitar 1,1500 setelah terkoreksi dari reli pekan lalu, sedangkan GBPUSD bertahan di atas level 1,3400. Di pasar logam mulia, harga emas (XAUUSD) masih bergerak dalam fase konsolidasi di atas US$4.050 per ons karena investor menunggu arah baru dari perkembangan geopolitik maupun kebijakan moneter AS.
Analis ING menilai prospek emas masih dipengaruhi oleh dua faktor yang saling berlawanan, yakni meredanya risiko geopolitik dan ekspektasi suku bunga AS yang tetap tinggi. Penurunan harga energi berpotensi mendukung emas melalui prospek inflasi yang lebih rendah, namun kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama diperkirakan masih akan membatasi ruang kenaikan harga logam mulia dalam jangka pendek.
sumber : fxstreet
