Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Sejak April 2025, Tekan Pasar Valas dan Emas

Dolar AS (USD) kembali menguat pada hari Senin dan mencapai level tertinggi baru di tengah berlanjutnya permintaan safe haven, sementara kekhawatiran fiskal di Eropa turut membebani aset berisiko. Indeks Dolar AS (DXY) kembali menguji area 102,30 untuk pertama kalinya sejak April 2025, didukung kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS di berbagai tenor. Pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi AS, termasuk Perubahan Ketenagakerjaan ADP Mingguan, Neraca Perdagangan, Indeks Optimisme Ekonomi RCM/TIPP, serta laporan mingguan API mengenai persediaan minyak mentah AS. Sejumlah pejabat Federal Reserve, termasuk Williams dan Bowman, juga dijadwalkan menyampaikan pidato.

Penguatan Greenback membuat EURUSD memulai pekan kelima berturut-turut dalam tekanan. Pasangan mata uang tersebut masih terbebani penguatan USD serta kekhawatiran fiskal baru di kawasan Euro. Jerman akan merilis data Pesanan Pabrik, sementara PMI Konstruksi S&P Global dijadwalkan untuk Jerman dan blok Euro, disusul data Penjualan Ritel kawasan Euro. Sejumlah pejabat European Central Bank (ECB), termasuk Donnery, Buch, Cipollone, dan Elderson, juga dijadwalkan berbicara. Sementara itu, GBPUSD ikut tertekan dan kembali bergerak di bawah level psikologis 1,3200, dengan PMI Konstruksi S&P Global menjadi data utama dari Inggris.

Di kawasan Asia, USDJPY bergerak sedikit di atas 158,00 dan mencatat kenaikan moderat. Investor akan mencermati lelang Japanese Government Bonds (JGB) bertenor 10 tahun serta pidato Gubernur Bank of Japan (BoJ) Ueda yang berpotensi memengaruhi pergerakan Yen. Di sisi lain, AUDUSD melanjutkan pemulihan dari hari Jumat dan mendekati level psikologis 0,7000 meskipun USD tetap menguat. Dari Australia, perhatian pasar tertuju pada rilis data Westpac Consumer Confidence sebagai indikator kondisi sentimen konsumen.

Di pasar komoditas, kontrak berjangka WTI bulan depan melanjutkan penurunan setelah melemah pada hari Jumat dan sempat menembus level US$90 per barel. Tekanan terhadap harga minyak muncul di tengah meningkatnya ekspor minyak mentah dari Timur Tengah serta pengumuman negara-negara G7 untuk melepas diesel dan minyak mentah dari cadangan strategis mereka. Perkembangan tersebut meningkatkan ekspektasi terhadap ketersediaan pasokan dan menjadi faktor yang membatasi harga minyak.

Sementara itu, Emas (XAUUSD) diperdagangkan dengan bias bearish dan bergerak sedikit di atas US$4.100 per troy ons. Kenaikan Dolar AS serta kembali menguatnya imbal hasil Treasury AS memberikan tekanan terhadap logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Dengan USD yang berada di level tertinggi sejak April 2025 dan imbal hasil obligasi kembali meningkat, pergerakan XAUUSD masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada data ekonomi AS dan komentar pejabat The Fed yang dapat menentukan arah USD, imbal hasil Treasury, serta harga Emas.


sumber : fxstreet