Dolar AS Menguat Empat Hari Beruntun, Emas dan Mata Uang Utama Tertekan

Dolar AS (USD) melanjutkan penguatan untuk hari keempat berturut-turut pada perdagangan Kamis dan kembali ke level yang terakhir terlihat pada akhir Juli 2026. Penguatan Greenback terjadi di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve (The Fed), sementara ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung turut mendorong permintaan terhadap Dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY) naik dan ditutup di 101,04, mendekati level tertinggi dalam tiga bulan.

Dari Amerika Serikat, pasar akan mencermati rilis Pesanan Barang Tahan Lama dan data final Sentimen Konsumen Universitas Michigan (U-Mich). Sejumlah pejabat The Fed, yakni Williams, Schmid, dan Hammack, juga dijadwalkan memberikan pernyataan. Komentar para pejabat bank sentral tersebut berpotensi menjadi perhatian pasar karena investor terus menilai arah kebijakan suku bunga AS berikutnya.

Di pasar mata uang Eropa, EURUSD kembali tertekan dan turun ke sekitar 1,1360, yang merupakan level terendah dalam beberapa pekan. Data yang akan diperhatikan mencakup Keyakinan Konsumen Jerman yang dirilis oleh GfK, serta data jumlah uang beredar M3 dan pinjaman kepada rumah tangga maupun perusahaan dari Bank Sentral Eropa (ECB). Sementara itu, GBPUSD juga melemah hingga mencapai level terendah dalam tiga bulan, dengan area 1,3200 menjadi level yang perlu diperhatikan. Dari Inggris, agenda utama adalah rilis Keyakinan Konsumen GfK.

Sementara itu, USDJPY melanjutkan kenaikan dan kini hanya berjarak beberapa pip dari level 159,00, yang menjadi titik tertinggi dalam tiga pekan. Pasar Jepang selanjutnya akan menantikan Risalah Rapat Bank of Japan (BOJ) yang dijadwalkan terbit pada 28 September 2026. Di Australia, penurunan AUDUSD tertahan sebelum menembus level psikologis 0,7000 dan kini berada di dekat area terendah dalam dua bulan. Keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) pada 29 September 2026 akan menjadi agenda penting berikutnya bagi Dolar Australia.

Di pasar komoditas, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bulan depan kembali menguat dan bergerak di US$94,35 per barel di tengah perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Sebaliknya, emas mengalami tekanan lebih lanjut dan turun ke level terendah dalam tujuh pekan, mendekati US$4.200 per troy ons. Pelemahan emas terjadi setelah Dolar AS kembali menguat serta imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat di berbagai tenor, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap logam mulia.


sumber : fxstreet