Dolar AS Menguat, Emas dan Minyak Tertekan

Dolar AS (USD) mengawali pekan ini dengan penguatan setelah mencatat penurunan selama dua hari berturut-turut. Greenback kembali mendekati level tertinggi dalam kisaran perdagangan terbarunya, didukung ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed) serta meningkatnya kembali ketegangan geopolitik.

Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di atas level psikologis 100,00 seiring investor terus mencermati kemungkinan pengetatan kebijakan moneter The Fed. Sejumlah agenda ekonomi penting turut menjadi perhatian, termasuk data Perubahan Ketenagakerjaan ADP Mingguan serta pidato pejabat The Fed, Williams, Jefferson, dan Barkin, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan dolar.

Di pasar valuta asing, EURUSD kembali berada di bawah tekanan setelah menghentikan kenaikan selama dua hari berturut-turut dan bergerak di bawah level 1,1500. GBPUSD juga melemah dan menguji area 1,3370–1,3360. Sementara itu, USDJPY melanjutkan penguatan hingga menembus level 157,00, sedangkan AUDUSD sempat menguji wilayah 0,7140 sebelum terkoreksi ke sekitar 0,7120 akibat penguatan dolar AS.

Di pasar komoditas energi, kontrak berjangka WTI bulan depan terus mengalami tekanan dan mendekati level terendah dalam tiga minggu, di sekitar US$91,00 per barel. Pelemahan ini dipengaruhi oleh meningkatnya harapan terhadap penyelesaian diplomatik krisis AS–Iran. Di sisi lain, harga emas mengalami penurunan cukup signifikan setelah mencatat penguatan selama dua hari, dengan level US$4.400 per troy ons menjadi resistance kuat di tengah penguatan dolar AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati sejumlah indikator ekonomi penting dari Amerika Serikat, Inggris, Eropa, Jepang, dan Australia. Data PMI awal S&P Global yang dijadwalkan rilis pada 23–24 September 2026, serta pidato para pejabat bank sentral, berpotensi meningkatkan volatilitas pasar. Perkembangan geopolitik dan perubahan ekspektasi kebijakan moneter juga akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan mata uang, emas, dan minyak dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.


sumber : fxstreet