Dolar AS Menguat, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Meningkat

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama, kembali menguat setelah mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut. DXY diperdagangkan naik 0,11% ke level 100,01 saat berita ini ditulis Pukul 13.55 WIB di hari Senin. Penguatan ini didukung oleh sentimen hawkish terhadap prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed), terutama setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pekan sebelumnya, yang menjadi kenaikan pertama dalam tiga tahun terakhir.

Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa inflasi masih berada pada tingkat yang terlalu tinggi dan belum menunjukkan perbaikan berarti. Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS masih membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan dalam beberapa bulan mendatang. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober kini mencapai hampir 56,5%, meningkat dari sekitar 42,5% pada pekan sebelumnya. Perubahan ekspektasi ini turut memberikan dukungan terhadap Dolar AS.

Strategis Scotiabank menilai Greenback menutup pekan sebelumnya dengan kinerja yang solid, sementara Yen Jepang menjadi salah satu penggerak utama pasar valuta asing. Yen melemah lebih dari 1% setelah Bank of Japan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sesuai perkiraan, namun keputusan tersebut disertai dua suara berbeda dari anggota kebijakan. Pernyataan Gubernur BoJ Ueda yang beragam turut menambah tekanan terhadap Yen, yang telah melemah lebih dari 2% sepanjang pekan hingga mencapai level terendah dalam dua minggu.

Sementara itu, pernyataan Neel Kashkari menunjukkan bahwa tekanan inflasi AS masih menjadi perhatian utama The Fed. Ia menekankan bahwa inflasi tetap tinggi dan mulai meluas ke luar sektor Minyak, meskipun pertumbuhan ekonomi, produktivitas, dan pasar tenaga kerja masih menunjukkan ketahanan. Dengan skor 6,2 pada FXS Speechtracker, hampir sejalan dengan rata-rata historis 6,3, pernyataan tersebut mencerminkan nada hawkish yang relatif stabil. Kashkari juga menyampaikan bahwa penanganan inflasi tetap diperlukan, sementara pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat membantu meredakan tekanan harga.

Indeks Sentimen Fed FXS tercatat turun 1,47 poin menjadi 150,61, menunjukkan sedikit penurunan persepsi hawkish di kalangan pelaku pasar. Namun, indikator tersebut masih berada jauh di atas level netral 100, sehingga sentimen keseluruhan tetap mencerminkan kecenderungan kebijakan yang hawkish. Dengan ekspektasi kenaikan suku bunga yang meningkat dan tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda, Dolar AS berpotensi tetap menjadi perhatian utama pasar valuta asing, sementara arah pergerakannya akan bergantung pada data ekonomi dan komunikasi terbaru dari para pejabat The Fed.


sumber : fxstreet