Dolar AS Bertahan di Level Tinggi, Pasar Evaluasi Data PCE dan Kebijakan The Fed

Dolar AS (USD) bergerak menguat tipis setelah sempat menyentuh level harian di sekitar 101,27. Pergerakan Greenback tetap dibayangi evaluasi investor terhadap data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Agustus yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga sebagian pelaku pasar mengurangi spekulasi terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan tambahan Federal Reserve (The Fed) dalam beberapa bulan mendatang. Indeks Dolar AS (DXY) kembali menguji area 101,27, didukung kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada sejumlah data ekonomi AS, termasuk Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan, laporan Challenger mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK), PMI Manufaktur ISM, PMI Manufaktur Global S&P final, serta data Belanja Konstruksi. Investor juga akan mencermati pernyataan sejumlah pejabat The Fed, termasuk Kashkari, Barkin, Collins, Schmid dan Williams, untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga selanjutnya.

Di pasar valuta asing, EURUSD masih mempertahankan bias bearish setelah dengan cepat membalikkan kenaikan awal menuju 1,1380 dan kembali ke kisaran 1,1340-1,1330. Investor akan mencermati PMI Manufaktur Global S&P final Jerman dan Zona Euro, diikuti data tingkat pengangguran kawasan Euro. Sejumlah pejabat Bank Sentral Eropa (ECB), termasuk Lagarde, Cipollone, Machado, Montagner dan Schnabel, juga dijadwalkan memberikan pernyataan. Sementara itu, GBPUSD bergerak relatif tenang setelah sempat menembus 1,3300 sebelum kembali turun menuju 1,3260, dengan PMI Manufaktur Global S&P final menjadi data utama Inggris.

USDJPY bergerak di kisaran rendah 157,00-an dan masih berada dalam pola sideways. Agenda Jepang berikutnya mencakup Ringkasan Opini Bank of Japan (BoJ), PMI Manufaktur Global S&P final, data mingguan investasi obligasi asing dan laporan Tankan. Di sisi lain, AUDUSD menghadapi tekanan jual tambahan dan turun menuju 0,6950, level terendah dalam dua bulan. Pasar Australia selanjutnya menantikan PMI Manufaktur Global S&P final, Neraca Perdagangan dan data Harga Komoditas.

Di pasar komoditas, kontrak berjangka WTI bulan depan kembali memperoleh sedikit dorongan, tetapi masih tertahan tepat di bawah level US$92 per barel di tengah belum adanya kemajuan dalam konflik AS-Iran dan penurunan persediaan minyak AS. Sementara itu, emas memangkas kenaikan setelah data PCE dan sempat bergerak di atas US$4.200 per troy ounce, sebelum kembali turun menuju area US$4.150 akibat pemulihan Dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.


sumber : fxstreet