BOJ Pertahankan Suku Bunga, Beri Sinyal Potensi Kenaikan Selanjutnya
Bank of Japan (BOJ) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 1,00% sesuai ekspektasi pasar. Meski demikian, BOJ memberikan sinyal yang lebih hawkish dengan memperingatkan bahwa inflasi inti berpotensi melampaui target 2%, sehingga peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya tetap terbuka.
Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, menyatakan bahwa tekanan inflasi terus meningkat seiring naiknya ekspektasi inflasi serta semakin banyak perusahaan yang menaikkan harga dan upah. Selain itu, tingginya permintaan global terhadap teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), kenaikan harga semikonduktor, dan pelemahan yen diperkirakan akan terus mendorong inflasi di Jepang.
Meskipun mempertahankan suku bunga, keputusan BOJ tidak diambil secara bulat. Salah satu anggota dewan, Hajime Takata, mengusulkan kenaikan suku bunga menjadi 1,25% sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya risiko inflasi. Pernyataan BOJ yang lebih agresif mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang, meskipun belum mampu memberikan penguatan signifikan terhadap nilai tukar yen.
Di sisi lain, pemerintah Jepang kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing dengan membeli yen dan menjual dolar AS untuk menahan pelemahan mata uangnya. Namun, langkah tersebut belum memberikan dampak yang berkelanjutan. BOJ juga merevisi turun proyeksi inflasi tahun fiskal saat ini menjadi 2,5%, tetapi menaikkan proyeksi inflasi untuk tahun fiskal berikutnya karena tekanan harga diperkirakan masih berlanjut.
Secara keseluruhan, BOJ menunjukkan komitmen untuk terus menormalisasi kebijakan moneternya apabila inflasi tetap meningkat. Mayoritas analis memperkirakan bank sentral masih berpeluang menaikkan suku bunga menjadi 1,25% sebelum akhir tahun, sehingga arah kebijakan BOJ diperkirakan akan tetap menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan yen dan pasar keuangan global.
sumber : investing.com
