Dolar AS Bertahan di Level Tertinggi Dua Pekan, Data PDB dan Inflasi AS Jadi Penentu Arah
Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak Greenback terhadap sekeranjang mata uang, kesulitan untuk memanfaatkan kenaikan moderat perdagangan sesi Eropa pada hari Kamis, meskipun tetap berada di atas level angka bulat 102,00. Selain itu, indeks ini tetap dekat level tertinggi dua pekan yang disentuh pada hari Rabu (28/10), saat para pedagang kini menantikan rilis makro penting AS untuk mendapatkan dorongan baru.
Laporan PDB AS Pendahuluan, bersama dengan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE), dijadwalkan dirilis pada hari ini dan akan dicermati untuk mencari isyarat lebih lanjut mengenai jalur kebijakan Federal Reserve (The Fed) ke depan di tengah spekulasi kenaikan suku bunga pada bulan Desember 2026. Oleh karena itu, data yang lebih kuat akan memperkuat ekspektasi pasar dan mendorong DXY lebih tinggi. Sementara itu, reaksi langsung terhadap kekecewaan dari laporan-laporan yang menggerakkan pasar kemungkinan akan terbatas akibat jeda hawkish The Fed pada hari Rabu (28/10).
Dalam langkah yang telah diprakirakan secara luas, bank sentral AS mempertahankan suku bunga tidak berubah pada akhir pertemuan kebijakan bulan Oktober 2026 dengan hasil voting 10-2, dengan Gubernur Lisa Cook dan Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, memberikan suara mendukung kenaikan seperempat poin. Selain itu, Ketua The Fed, Kevin Warsh, memberi sinyal dalam konferensi pers pasca pertemuan bahwa bank sentral tetap waspada terhadap inflasi yang persisten dan risiko geopolitik. Hal ini, bersama dengan ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut, seharusnya menjadi pendorong bagi Greenback dan mendukung DXY.
Dalam perkembangan terbaru seputar krisis Timur Tengah, Wakil Presiden AS, JD Vance, dilaporkan mengirim surat kepada Mohsen Rezaei, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dalam upaya menghidupkan kembali negosiasi damai. Hal ini terjadi ketika Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan melanjutkan aksi militer dalam beberapa pekan mendatang. Para pejabat AS telah memberi tahu beberapa negara Timur Tengah dan sekutu regional untuk bersiap menghadapi potensi kampanye militer singkat namun intens terhadap Iran setelah pemilu sela 3 November 2026.
Sementara itu, para mediator regional yang dipimpin Qatar berupaya untuk memulai kembali negosiasi antara AS dan Iran guna mencegah dimulainya kembali perang. Meski demikian, premi risiko geopolitik masih tetap berlaku, yang mengindikasikan bahwa setiap pullback korektif pada DXY lebih mungkin untuk menemukan penawaran beli dan tetap terbatas. Namun, para pembeli mungkin akan menunggu pergerakan berkelanjutan di atas penghalang horizontal 102,55 sebelum mengantisipasi kelanjutan tren naik terbaru dari level terendah September 2026 dan menargetkan pengujian swing high Oktober 2026.
sumber : fxstreet
