Harga Minyak Dunia Terkoreksi! Diplomasi AS–Iran Beri Harapan

Harga minyak dunia mengalami penurunan pada perdagangan hari Kamis seiring dengan upaya diplomatik terbaru untuk meredakan konflik di Timur Tengah. Namun, koreksi harga tersebut masih terbatas karena pelaku pasar tetap mencermati potensi serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran serta ancaman serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi. West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,77% ke level US$101,19 per barel saat berita ini ditulis pada awal sesi Eopa. Meskipun terkoreksi, harga minyak masih bertahan di dekat level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Penurunan harga minyak terjadi setelah muncul sejumlah perkembangan diplomatik yang memunculkan harapan bahwa konflik di kawasan tersebut dapat segera mereda. The Wall Street Journal melaporkan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance telah menghubungi Mohsen Rezaei, sekretaris badan keamanan tertinggi Iran, yang berpotensi membuka jalur komunikasi untuk perundingan. Presiden AS Donald Trump juga menyampaikan bahwa negosiasi sedang berlangsung melalui sejumlah mediator, meskipun ia mengaku belum mengetahui apakah upaya tersebut akan membuahkan hasil. Selain itu, mediator Qatar telah mengajukan rancangan proposal baru kepada Teheran untuk mengakhiri konflik. Namun, seorang pejabat Iran menilai sejumlah usulan tersebut tidak dapat diterima. Arab Saudi, Turki, dan Pakistan juga dilaporkan telah melakukan pembicaraan dengan pejabat Iran di Teheran pada pekan ini.

Di sisi lain, risiko eskalasi militer masih menjadi faktor utama yang menopang harga minyak dunia. Trump telah mengisyaratkan kemungkinan dimulainya kembali aksi militer terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November 2026. Washington juga telah memperingatkan sekutu-sekutunya di kawasan agar bersiap menghadapi kemungkinan serangan serta aksi balasan Iran terhadap fasilitas energi. Kekhawatiran pasar semakin meningkat setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengklaim telah menyerang kilang minyak terbesar Arab Saudi pada sesi perdagangan sebelumnya. Apabila konflik kembali memanas, fasilitas produksi dan jalur distribusi minyak berisiko mengalami gangguan. Terlebih lagi, Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi pengiriman minyak mentah global, sehingga gangguan berkepanjangan di kawasan tersebut berpotensi memperketat pasokan dan mendorong harga minyak kembali meningkat.

Dari sisi fundamental Amerika Serikat, data persediaan minyak mentah turut memberikan dukungan terhadap harga. Berdasarkan laporan Energy Information Administration (EIA), persediaan minyak mentah komersial AS turun sebesar 1,9 juta barel menjadi 410,6 juta barel pada pekan yang berakhir 23 Oktober. Angka tersebut berlawanan dengan perkiraan analis yang sebelumnya mengantisipasi kenaikan persediaan dalam jumlah kecil. Penurunan stok minyak mentah dapat mengindikasikan kondisi pasokan yang lebih ketat dan memberikan sentimen positif bagi harga. Namun, data persediaan bahan bakar menunjukkan gambaran yang beragam. Stok bensin justru meningkat sebesar 3,9 juta barel, melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan. Sementara itu, persediaan distilat, termasuk diesel dan minyak pemanas, mengalami penurunan sebesar 1,5 juta barel.

Secara keseluruhan, pergerakan harga minyak dunia masih dipengaruhi oleh tarik-menarik antara harapan tercapainya kesepakatan diplomatik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan akibat konflik geopolitik. Kemajuan negosiasi AS–Iran berpotensi menekan harga apabila mampu meredakan ketegangan dan memulihkan kelancaran distribusi minyak. Sebaliknya, kegagalan diplomasi, serangan terhadap fasilitas energi Arab Saudi, atau gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz dapat memicu lonjakan harga dalam waktu singkat. Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan negosiasi, pernyataan para pemimpin terkait, serta data persediaan dan permintaan energi AS sebagai faktor penentu arah pergerakan minyak WTI selanjutnya. Dengan volatilitas yang masih tinggi, pasar minyak berpotensi bergerak tajam mengikuti setiap perkembangan terbaru di Timur Tengah.


sumber : investing