Dolar AS Perkasa! Keputusan The Fed dan Kejutan Bank Sentral Picu Volatilitas Pasar Global

Dolar AS (USD) mempertahankan penguatannya terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan hari Rabu, dengan Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di sekitar 102,22 setelah mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) setelah pertemuan kebijakan selama dua hari, yang akan diikuti konferensi pers Ketua The Fed, Kevin Warsh. Pasar secara luas memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,75%–4%. Sementara itu, imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun dilaporkan masih berada di atas 5%, sedangkan kontrak berjangka saham AS bergerak bervariasi. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati investor yang menunggu kejelasan arah kebijakan moneter dan prospek ekonomi AS.

Dari sisi fundamental, para analis OCBC menilai bahwa dolar AS masih memperoleh dukungan dari kemungkinan sikap hawkish The Fed, meskipun meningkatnya minat terhadap saham berbasis kecerdasan buatan (AI) dan penurunan harga minyak turut memengaruhi pergerakan pasar. OCBC memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Oktober 2026, tetapi perhatian investor berpotensi segera beralih ke pertemuan Desember 2026. Inflasi konsumen AS pada September yang melampaui perkiraan serta indikasi dari sejumlah anggota Federal Open Market Committee (FOMC) mengenai kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut membuat peluang kenaikan suku bunga pada akhir tahun tetap terbuka. Ekspektasi tersebut berpotensi menjaga daya tarik dolar AS, meskipun ketidakpastian mengenai prospek ekonomi dan tren investasi AI dapat memicu perubahan sentimen pasar.

Di kawasan Asia-Pasifik, dolar Selandia Baru mengalami tekanan setelah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) secara mengejutkan mempertahankan suku bunga di 2,75%, berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 25 basis poin. RBNZ menyatakan bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin dilakukan pada masa mendatang, bergantung pada perkembangan ekonomi. Setelah pengumuman tersebut, NZDUSD merosot sekitar 1,3% ke area 0,5600. Sebaliknya, dolar Australia mendapatkan dukungan setelah data inflasi menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen sebesar 4,3% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan angka Agustus sebesar 4% dan ekspektasi pasar sebesar 4,2%. AUDUSD bertahan di sekitar 0,7030 setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam sebulan di atas 0,7050. Sementara itu, USDCAD bergerak naik melewati 1,4050 menjelang keputusan Bank of Canada (BoC), yang diperkirakan menaikkan suku bunga dari 2,25% menjadi 2,50%.

Di pasar mata uang utama lainnya, EURUSD masih berada di bawah tekanan setelah melemah lebih dari 0,4% pada hari Selasa (27/10) dan bergerak mendekati 1,1100. GBPUSD juga melanjutkan tren penurunan selama empat hari perdagangan dan bergerak di bawah level 1,3300 pada sesi Eropa. Kedua pasangan mata uang tersebut menghadapi tantangan di tengah ketahanan dolar AS dan ketidakpastian mengenai arah kebijakan bank sentral masing-masing. Di sisi lain, USDJPY bergerak dalam fase konsolidasi di atas 157,50 setelah mencatat penguatan pada Senin (26/10) dan Selasa (27/10). Pergerakan pasangan-pasangan mata uang ini selanjutnya berpotensi dipengaruhi oleh keputusan The Fed, perkembangan imbal hasil obligasi AS, serta perubahan ekspektasi suku bunga di berbagai negara.

Sementara itu, harga emas menunjukkan pemulihan setelah mengalami koreksi, dengan kenaikan lebih dari 1% pada hari Selasa (27/10) sebelum bergerak dalam kisaran terbatas di sekitar US$4.050 per troy ons pada awal perdagangan hari Rabu. Analis ING menilai emas mulai menemukan kembali momentum setelah penurunan sebelumnya menarik minat pembeli yang mencari harga lebih rendah dan meningkatkan permintaan fisik. Namun, arus keluar dana dari produk investasi berbasis emas yang diperdagangkan di bursa (ETF) masih menjadi faktor penghambat. Secara keseluruhan, pasar keuangan global kini menghadapi sejumlah katalis penting, terutama keputusan The Fed dan BoC serta perubahan ekspektasi kebijakan RBNZ. Dolar AS berpotensi tetap kuat apabila The Fed mempertahankan nada hawkish, sedangkan emas, mata uang utama, dan instrumen berisiko lainnya kemungkinan bergerak lebih volatil dalam merespons perkembangan kebijakan moneter dan data ekonomi terbaru.


sumber : fxstreet