Emas Tertekan, Prospek Penurunan Makin Kuat
Emas (XAUUSD) mempertahankan tekanan jual yang kuat pada awal sesi Eropa di hari Kamis dan kini diperdagangkan di dekat swing low bulanan, sekitar US$4.070–US$4.065 per troy ons. Logam mulia tersebut telah merosot lebih dari 1,50% sepanjang hari, sementara latar belakang fundamental yang bearish menunjukkan bahwa risiko penurunan lebih lanjut masih terbuka.
Data inflasi AS terbaru yang dirilis pekan lalu kembali memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). CME Group FedWatch Tool menunjukkan bahwa pelaku pasar memperkirakan sekitar 90% peluang kenaikan biaya pinjaman pada Desember. Kekhawatiran terhadap inflasi yang dipicu volatilitas harga minyak juga memperkuat prospek pengetatan kebijakan moneter, sehingga meningkatkan tekanan terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, Dolar AS (USD) masih kesulitan menarik minat beli yang kuat dan bertahan di dekat level terendah tiga pekan yang disentuh pada hari Selasa (20/10). Pernyataan sejumlah pejabat The Fed baru-baru ini mengindikasikan bahwa belum ada urgensi untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober 2026. Penurunan korektif imbal hasil obligasi AS dari level tertinggi multi-tahun turut membatasi penguatan USD, meski eskalasi ketegangan di Timur Tengah berpotensi memberikan dukungan sebagai aset safe haven.
Dari sisi geopolitik, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Teheran tetap terbuka terhadap diplomasi, tetapi siap mempertahankan diri. Ia juga menilai peluang kemajuan saat ini masih terbatas karena AS dinilai belum menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepahaman. Sementara itu, The New York Times melaporkan bahwa AS dan Israel telah menyusun rencana untuk melancarkan kampanye militer yang singkat namun intens terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu AS. Perkembangan tersebut menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi dan berpotensi menopang permintaan terhadap USD.
Secara teknikal, XAUUSD kini tampaknya telah menemukan penerimaan di bawah level psikologis US$4.100, sehingga memperkuat prospek pelemahan lanjutan. Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada rilis Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan AS pada hari Kamis sebagai pemicu jangka pendek, sebelum beralih ke data PMI pendahuluan global pada hari Jumat (23/10). Namun, fokus utama investor tetap tertuju pada hasil pertemuan FOMC pekan depan yang berpotensi menentukan arah emas selanjutnya.
sumber : fxstreet
