Emas Rebound di Bawah US$4.150, Pasar Menanti Sinyal Baru dari The Fed

Harga Emas (XAUUSD) berusaha melanjutkan pemulihan pada perdagangan hari Kamis setelah mengakhiri pelemahan selama tiga hari berturut-turut. Meski masih bergerak di bawah US$4.150 per troy ounce, logam mulia ini memperoleh dukungan dari pelemahan Dolar AS (USD) dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Reaksi awal pasar terhadap data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan mulai mereda setelah muncul ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober 2026. Kondisi tersebut mendorong aksi ambil untung pada USD dan membuka ruang bagi pemulihan Emas, meskipun arah kenaikannya masih belum sepenuhnya terkonfirmasi.

Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan inflasi utama meningkat dari 3,4% menjadi 3,7% secara tahunan pada September 2026, melampaui ekspektasi pasar. Sementara itu, inflasi inti yang tidak mencakup pangan dan energi naik menjadi 2,6% dari 2,4% pada Agustus 2026. Data tersebut mengindikasikan bahwa tekanan harga masih persisten dan berpotensi menyulitkan upaya The Fed mengembalikan inflasi ke targetnya. Presiden The Fed San Francisco Mary Daly menyatakan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin diperlukan, tetapi tidak harus dilakukan pada pertemuan Oktober 2026. Sikap ini mencerminkan pendekatan yang tetap waspada terhadap inflasi, sekaligus memberi ruang bagi bank sentral untuk mengevaluasi data ekonomi sebelum mengambil keputusan berikutnya.

Meski terdapat indikasi bahwa The Fed akan bersikap lebih sabar dalam waktu dekat, ekspektasi pengetatan kebijakan masih menjadi risiko bagi Emas. Pasar masih memperhitungkan peluang lebih dari 85% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga menjelang akhir tahun. Pernyataan Daly menunjukkan kecenderungan hawkish yang moderat, dengan penekanan pada inflasi yang masih tinggi, pasar tenaga kerja yang relatif stabil, dan pentingnya keputusan berbasis data. Di sisi lain, indeks sentimen The Fed tercatat turun 0,84 poin menjadi 128,17, meskipun masih berada jauh di atas level netral 100. Perkembangan ini mengindikasikan bahwa nada kebijakan bank sentral masih cenderung hawkish, tetapi belum menunjukkan eskalasi sikap yang semakin agresif. Bagi Emas, prospek suku bunga tetap menjadi faktor penting karena kenaikan imbal hasil dapat mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan bunga.

Risiko geopolitik juga membatasi potensi pelemahan Dolar AS secara lebih dalam. Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah sebuah kapal kontainer dilaporkan tenggelam di Selat Hormuz akibat serangan proyektil, sementara kelompok Houthi yang didukung Iran terus melancarkan serangan terhadap wilayah Arab Saudi. Ancaman terhadap bandara dan infrastruktur minyak Saudi menambah kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global. Secara terpisah, Rusia menuduh Ukraina menyerang dua kilang minyak yang diklaim melanggar gencatan senjata energi yang sebelumnya ditengahi Presiden AS Donald Trump. Ketidakpastian tersebut mempertahankan permintaan terhadap USD sebagai aset safe haven dan berpotensi membatasi penguatan Emas, meskipun logam mulia juga dapat memperoleh dukungan dari meningkatnya risiko geopolitik.

Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis Indeks Harga Produsen (PPI) AS pada hari Kamis dan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok pada hari Jumat (16/10). Data PPI yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi, mendorong imbal hasil obligasi, dan kembali menekan XAUUSD. Sebaliknya, data yang lebih lemah serta sinyal kebijakan yang lebih berhati-hati dapat memperpanjang pemulihan Emas melalui pelemahan USD. Dari sisi teknikal, kegagalan berulang kali mempertahankan kenaikan di atas US$4.200 menunjukkan bahwa tekanan jual masih perlu diwaspadai. Area US$4.075–US$4.065 menjadi zona penting untuk memantau potensi pembentukan dasar jangka pendek, tetapi konfirmasi lanjutan dari momentum beli tetap diperlukan sebelum prospek kenaikan yang lebih kuat dapat dinilai.


sumber : fxstreet