EURUSD Tertekan, Kekhawatiran Prancis dan Penguatan USD Jadi Beban

Pasangan EURUSD menghadapi tekanan jual kuat pada awal pekan dan menembus level 1,1200, sekaligus mencatat level terendah sejak Mei 2025. Pada perdagangan terbaru, EURUSD berada sedikit di atas 1,1150, melemah sekitar 0,85% pada hari Senin. Tekanan terhadap Euro semakin kuat di tengah kombinasi kekhawatiran fiskal Prancis, ketidakpastian politik, serta penguatan Dolar AS (USD) yang membuat prospek pasangan mata uang ini tetap bearish.

Sentimen terhadap Euro terbebani oleh kekhawatiran mengenai peningkatan utang pemerintah Prancis dan kebuntuan politik menjelang pemilu tahun depan. Biaya pinjaman Prancis ikut meningkat seiring kenaikan imbal hasil obligasi global, dengan imbal hasil obligasi pemerintah Prancis bertenor 10 tahun naik di atas 4,9% dan mendekati level tertinggi dalam beberapa dekade. Kondisi tersebut meningkatkan perhatian pasar terhadap keberlanjutan fiskal Prancis dan memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang tunggal Eropa.

Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Prancis diperkirakan meningkat menjadi 122% tahun depan dari 119% tahun ini. Kekhawatiran juga muncul dari proposal kebijakan pemimpin sayap kanan Marine Le Pen, yang menurut sumber memimpin jajak pendapat untuk pemilihan presiden. Usulan pemotongan pajak dan penurunan usia pensiun hingga 60 tahun berpotensi meningkatkan beban fiskal ketika sistem pensiun Prancis sudah menyerap porsi anggaran yang besar. Perkembangan tersebut turut memperlemah sentimen terhadap Euro.

Di sisi lain, USD mendapatkan permintaan kuat dan mencapai level tertinggi baru sejak April 2025. Penguatan Greenback tetap bertahan meskipun laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS pada Jumat mengecewakan dan semakin mengurangi spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober. Ketidakpastian geopolitik menjadi salah satu faktor yang menjaga permintaan terhadap USD, sehingga mampu mengimbangi dampak negatif dari data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah.

Dengan tekanan dari faktor domestik Eropa dan penguatan USD, EURUSD masih menghadapi risiko penurunan lebih lanjut. Pergerakan berikutnya akan bergantung pada perkembangan fiskal dan politik Prancis, data ekonomi zona euro, serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Untuk saat ini, kombinasi sentimen negatif terhadap Euro dan permintaan kuat terhadap USD membuat tekanan bearish tetap menjadi skenario yang dominan bagi EURUSD.


sumber : fxstreet