Dolar Bertahan di Level Tinggi, Pasar Menanti Data NFP AS

Dolar AS (USD) bergerak sedikit melemah pada hari Jumat menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS) untuk September pada pukul 19.30 WIB. Pada awal sesi Eropa, Indeks Dolar AS (DXY) turun tipis ke sekitar 101,67, tetapi masih bertahan dekat level tertinggi lebih dari satu tahun di 101,99 yang dicapai pada hari Kamis. Pergerakan pasar diperkirakan tetap volatil karena data ketenagakerjaan AS berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

NFP AS diperkirakan menunjukkan penambahan 89 ribu lapangan pekerjaan pada September, lebih rendah dibandingkan 162 ribu pada Agustus. Sementara itu, Tingkat Pengangguran diproyeksikan tetap berada di 4,1%. Hasil aktual dari data tersebut akan menjadi perhatian utama pasar karena dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi pasar tenaga kerja sekaligus arah kebijakan moneter The Fed dalam beberapa bulan mendatang.

Di tengah penantian data NFP, ekspektasi bahwa The Fed masih dapat menaikkan suku bunga dalam waktu dekat memberikan dukungan terhadap USD. Strategis Brown Brothers Harriman (BBH) menilai penguatan USD secara luas didukung oleh aktivitas ekonomi AS yang tangguh, perbaikan permintaan tenaga kerja, serta inflasi yang masih persisten. Menurut BBH, kondisi tersebut mendukung ekspektasi pasar terhadap sekitar 100 basis poin kenaikan suku bunga Fed funds yang diperkirakan dalam 12 bulan ke depan.

Ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih hawkish turut mendorong kenaikan imbal hasil Treasury AS. Pada perdagangan Eropa hari Jumat, imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun berada relatif datar di sekitar 5,25%, tetapi masih dekat dengan level tertinggi lebih dari dua dekade di 5,34% yang tercatat pada Kamis. Tingginya imbal hasil obligasi AS menjadi salah satu faktor yang mendukung daya tarik USD sekaligus dapat meningkatkan tekanan terhadap aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Selanjutnya, perhatian pasar akan tertuju sepenuhnya pada laporan NFP September. Data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dan berpotensi memberikan dukungan tambahan bagi USD, sementara hasil yang lebih lemah dapat mendorong pasar mengevaluasi kembali prospek kenaikan suku bunga The Fed. Selain NFP dan Tingkat Pengangguran, pasar juga akan mencermati dampaknya terhadap imbal hasil Treasury dan arah DXY dalam perdagangan berikutnya.


sumber : fxstreet