Dolar AS Bertahan Kuat, Pasar Pantau Data Tenaga Kerja dan Manufaktur

Dolar AS (USD) mempertahankan penguatannya terhadap sejumlah mata uang utama pada Kamis pagi di sesi Eropa setelah perdagangan yang bergejolak pada akhir kuartal ketiga. Fokus pasar kini tertuju pada data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan dan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Institute for Supply Management (ISM) AS untuk September. Sejumlah pejabat European Central Bank (ECB) dan Federal Reserve (The Fed) juga dijadwalkan menyampaikan pidato sepanjang hari. Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di level 101,39 setelah pada hari Rabu sempat bergerak turun akibat reaksi awal terhadap data ekonomi yang beragam sebelum kembali menguat.

Data AS menunjukkan sektor swasta menambah 90 ribu pekerjaan pada September menurut Automatic Data Processing (ADP), lebih tinggi dari ekspektasi 70 ribu. Sementara itu, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan kuartal kedua direvisi naik menjadi 2,2% dari 1,5%. Di sisi inflasi, indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) inti naik 3% secara tahunan pada Agustus, di bawah ekspektasi 3,3%. Societe Generale menilai data inflasi tersebut hanya memberikan sedikit kenyamanan bagi The Fed karena inflasi jasa inti dan komponen super-core kembali menunjukkan percepatan meski inflasi barang inti lebih rendah.

Dari sisi kebijakan moneter, Societe Generale menilai revisi pertumbuhan ekonomi lebih penting dibandingkan revisi inflasi. Perekonomian AS memasuki paruh kedua 2026 dengan momentum yang lebih kuat dari perkiraan sebelumnya, sementara inflasi dasar masih dinilai terlalu tinggi untuk memberikan kepastian bagi The Fed. Jeda kenaikan suku bunga pada Oktober masih terbuka, tetapi kemungkinan kenaikan tetap menjadi perhatian pasar sambil menunggu data Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) September. Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari juga menegaskan bahwa inflasi yang berada di sekitar 3% masih terlalu tinggi, sekaligus menyoroti ketahanan ekonomi, belanja konsumen yang kuat, dan pasar tenaga kerja yang relatif solid.

Di Jepang, Bank of Japan (BoJ) menerbitkan Ringkasan Opini dari pertemuan kebijakan September. Beberapa anggota menyatakan bahwa kenaikan suku bunga secara bertahap masih dapat dilakukan sejalan dengan perkembangan ekonomi dan harga, dengan fokus menjaga inflasi dasar di sekitar target 2%. USDJPY merespons dengan penguatan dan diperdagangkan di sekitar 158,20 pada awal sesi Eropa, naik lebih dari 0,5% pada hari tersebut. Sementara itu, EURUSD tetap berada di bawah tekanan dan bergerak menuju 1,1300, sedangkan GBPUSD melemah tipis ke sekitar 1,3250 setelah gagal mempertahankan momentum penguatan sebelumnya.

Di pasar komoditas, emas menunjukkan pemulihan moderat menuju $4.200 per ons setelah turun sekitar 0,6% pada hari Rabu. Pergerakan emas tetap dipengaruhi oleh arah dolar AS dan ekspektasi kebijakan The Fed. Dengan pasar menunggu data tenaga kerja dan manufaktur AS serta sejumlah pernyataan pejabat bank sentral, data ekonomi berikutnya berpotensi menjadi faktor penting dalam menentukan arah USD, imbal hasil obligasi, dan aset-aset utama pada perdagangan selanjutnya.


sumber : fxstreet