Harga Minyak Stabil, Pasar Pantau Pemulihan Pasokan Timur Tengah

Harga minyak bergerak stabil dalam perdagangan hari Kamis setelah menguat pada hari sebelumnya. Pasar menimbang tanda-tanda pemulihan arus ekspor minyak mentah dari Timur Tengah dengan ketidakpastian apakah pemulihan tersebut dapat berlanjut. West Texas Intermediate (WTI) AS diperdagangkan di sekitar US$89,47 per barel saat berita ini ditulis Pukul 13.35 WIB

Sepanjang September 2026, WTI naik sekitar 5%. Data Kpler menunjukkan ekspor minyak mentah Timur Tengah mencapai 16,328 juta barel per hari pada September, level tertinggi sejak konflik dimulai pada Februari 2026. Saudi Arabia juga kembali melakukan pengisian tanker dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah setelah mengaktifkan kembali jaringan pipa East-West.

Meski demikian, arus ekspor kawasan masih berada di bawah level sebelum konflik. Ekspor minyak mentah Timur Tengah pada September tercatat sekitar 3,2 juta barel per hari lebih rendah dibandingkan Februari, sehingga pasar tetap sensitif terhadap potensi gangguan pasokan baru. Dari sisi diplomasi, Iran menyatakan telah menerima respons AS terhadap proposal terbaru untuk memulihkan gencatan senjata, setelah Presiden Donald Trump sebelumnya menolak rencana yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran.

Di Amerika Serikat, data persediaan minyak mentah memberikan sinyal beragam. Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah AS naik 922 ribu barel pada pekan lalu, berlawanan dengan ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan 700 ribu barel. Namun, persediaan produk olahan justru menunjukkan pasar yang lebih ketat, dengan stok bensin turun 1,7 juta barel dan distilat, termasuk diesel serta minyak pemanas, berkurang 2,3 juta barel.

Perhatian pasar juga tertuju pada pasokan diesel AS setelah Presiden Donald Trump mengatakan masih membahas kemungkinan pelarangan ekspor diesel, meski sebelumnya Gedung Putih membantah laporan mengenai persiapan larangan menyeluruh selama 90 hari. Isu tersebut semakin penting setelah harga diesel AS mencapai rekor $6,53 per galon pekan lalu, sementara persediaan diesel berada di level yang secara historis rendah. Kondisi pasar produk olahan yang ketat berpotensi tetap menjadi faktor pendukung harga minyak meskipun pasokan minyak mentah Timur Tengah mulai menunjukkan pemulihan.


sumber : investing