Emas Tertekan, Pasar Menanti Data PCE dan NFP AS

Harga emas (XAU/USD) bergerak melemah tipis pada hari Rabu, memangkas sebagian kenaikan pada hari sebelumnya setelah pulih dari sekitar US$4.100, level terendah sejak 5 Agustus 2026 yang tercatat pada awal pekan. Namun, tekanan jual masih terbatas karena pelaku pasar memilih berhati-hati menjelang sejumlah data ekonomi penting AS yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).

Data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), yang menjadi indikator inflasi pilihan The Fed, akan dirilis bersama data final pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II. Selanjutnya, pasar akan mencermati PMI Manufaktur ISM pada Kamis dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada hari Jumat. Pernyataan dari sejumlah anggota Federal Open Market Committee (FOMC) juga akan menjadi perhatian untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS, yang pada akhirnya dapat memengaruhi pergerakan Dolar AS (USD) dan emas.

Ahli strategi OCBC menilai data ketenagakerjaan AS menjadi risiko utama bagi pasar dalam jangka pendek. Konsensus Bloomberg memperkirakan Nonfarm Payrolls September bertambah 90.000, turun dari 162.000 pada Agustus, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,1%. OCBC juga mencatat bahwa meskipun Ketua The Fed Kevin Warsh menyoroti rata-rata empat minggu klaim awal tunjangan pengangguran sebagai indikator yang lebih tepat waktu untuk kondisi pasar tenaga kerja, data payrolls masih menjadi indikator yang paling diperhatikan pasar dalam menilai kesehatan pasar tenaga kerja.

OCBC mempertahankan pandangan bahwa Dolar AS berpotensi menguat secara moderat hingga akhir tahun. Para ahli strategi tersebut juga menilai ekspektasi pasar terhadap hampir empat kali kenaikan suku bunga The Fed dalam satu tahun ke depan terlihat agresif, kecuali tekanan harga kembali didorong oleh permintaan. Pertumbuhan upah dan inflasi biaya sewa disebut sebagai indikator penting yang perlu diperhatikan. Sementara itu, imbal hasil Treasury AS terkoreksi dari level tertinggi multi-tahun setelah harga minyak turun ke level terendah tiga pekan dan Presiden The Fed New York John Williams menyatakan bank sentral tidak perlu terburu-buru menentukan langkah berikutnya. Data Conference Board juga menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen AS turun ke 81,9 pada September, level terendah sejak 2014, sehingga membantu menahan penguatan USD.

Meski demikian, CME FedWatch Tool masih menunjukkan pasar memperkirakan peluang lebih dari 90% bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada akhir tahun. Ketidakpastian geopolitik akibat kebuntuan AS-Iran juga berpotensi menjaga permintaan terhadap USD sebagai aset safe haven. Harapan penyelesaian diplomatik melemah setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal gencatan senjata tujuh hari dari Iran, sementara upaya Qatar untuk menjadi mediator belum menunjukkan kemajuan signifikan. Risiko eskalasi konflik Timur Tengah tetap menjadi faktor yang dapat mendukung USD dan membatasi pemulihan emas. Dari sisi teknikal, penembusan yang meyakinkan di bawah US$4.100 diperlukan untuk memperkuat tekanan bearish pada XAUUSD.


sumber : fxstreet