Harga Emas Bertahan Sedikit di Bawah US$4.300, Ekspektasi Pengetatan The Fed Batasi Penguatan
Harga emas (XAUUSD) bertahan relatif kuat pada perdagangan hari Jumat setelah mengalami penurunan selama dua hari sebelumnya. Logam mulia tersebut diperdagangkan naik dan ditutup di US$4.291,05 per troy ons setelah sempat menyentuh level terendah US$4.254,53. Kenaikan imbal hasil obligasi AS dan meningkatnya kekhawatiran inflasi membuat pasar kembali meningkatkan ekspektasi terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve (The Fed) dan bank sentral utama lainnya.
Emas berhasil memulihkan sebagian penurunannya setelah harga minyak mentah melemah di tengah perkembangan positif dalam negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran. CBS melaporkan bahwa pembicaraan kedua negara telah memasuki tahap teknis yang lebih rinci, sementara sumber di Teheran menggambarkan suasana negosiasi sebagai positif. Namun, seorang pejabat senior Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz masih akan tetap ditutup dan kondisi untuk pembicaraan mengenai program nuklir antara kedua negara belum terpenuhi.
Harga West Texas Intermediate (WTI) turun 2,04% dan ditutup di US$92,84 per barel, memberikan sedikit ruang bagi emas untuk pulih. Pada saat yang sama, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,28% dan ditutup di 100,75. Pelemahan Dolar AS tersebut turut memberikan dukungan terhadap emas karena membuat logam mulia menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Dari sisi pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun turun tipis hampir 2 basis poin menjadi 5,192% pada hari Jumat. Namun, penurunan tersebut belum mengubah ekspektasi pasar secara signifikan karena para trader justru meningkatkan taruhan terhadap kemungkinan The Fed mempertahankan pengetatan kebijakan. Data ekonomi AS juga menunjukkan core Durable Goods Orders naik lebih tinggi dari perkiraan pada Agustus, sementara data Juli direvisi naik, mengindikasikan bahwa belanja bisnis masih cukup solid.
Sementara itu, Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan turun ke level terendah dalam empat bulan, yakni 48,1 pada September dari 51,7 pada Agustus. Kekhawatiran inflasi yang meningkat turut menekan daya beli rumah tangga, dengan ekspektasi inflasi satu tahun naik menjadi 4,6% dari 4%, sedangkan ekspektasi inflasi lima hingga sepuluh tahun meningkat tipis menjadi 3,4% dari 3,3%. Pernyataan hawkish dari sejumlah pejabat The Fed sepanjang pekan juga meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga, dengan Prime Terminal menunjukkan probabilitas sekitar 64% untuk pertemuan Oktober dan hampir 93% untuk pertemuan Desember. Kondisi tersebut membuat arah emas tetap sensitif terhadap pergerakan imbal hasil Treasury, Dolar AS, dan ekspektasi kebijakan The Fed.
sumber : fxstreet
