Harga Emas Tertekan di Bawah US$4.300, Prospek Hawkish The Fed Jadi Beban Utama
Harga emas (XAUUSD) bergerak konsolidatif pada hari Jumat dan bertahan di dekat level terendah mingguan yang tercatat sehari sebelumnya. XAUUSD diperdagangkan naik tipis 0,07% ke level US$4.276,55 per troy ons saat berita ini ditulis Pukul 13.50 WIB. Tekanan terhadap logam mulia masih kuat di tengah prospek fundamental yang bearish. Dolar AS (USD) memang sempat berhenti setelah reli menuju level tertinggi hampir dua bulan, sehingga memberikan sedikit dukungan bagi emas. Namun, prospek kebijakan hawkish Federal Reserve (The Fed), imbal hasil obligasi AS yang tinggi, serta ketidakpastian geopolitik membuat permintaan terhadap USD tetap kuat dan menahan harga emas di bawah US$4.300 per troy ons.
Sentimen hawkish The Fed semakin terlihat setelah kenaikan suku bunga pada September 2026. Gubernur The Fed Michael Barr menyatakan bahwa meningkatnya risiko inflasi dan kondisi ekonomi AS yang kuat dapat membuat bank sentral kembali menaikkan suku bunga. Survei swasta juga menunjukkan aktivitas bisnis AS bulan ini meningkat ke level tertinggi sejak Juli 2021, sementara harga input yang dibayarkan perusahaan melonjak ke level tertinggi dalam hampir empat tahun. Presiden The Fed New York John Williams kemudian mengatakan bahwa kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini merupakan ekspektasi yang wajar.
Pernyataan Williams dinilai cukup hawkish berdasarkan FXS Speechtracker, dengan skor 7,2 dari 10, lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis sebesar 6,2. Penekanannya terhadap ketahanan ekonomi AS, berkurangnya risiko penurunan terhadap lapangan kerja, kuatnya permintaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI), serta pandangan bahwa kenaikan suku bunga kembali pada akhir tahun merupakan hal yang wajar menunjukkan bahwa pengendalian inflasi masih menjadi perhatian utama The Fed. Indeks Sentimen Fed FXS sendiri turun 0,18 poin menjadi 148,63, tetapi tetap jauh di atas level netral 100, yang mencerminkan sikap bank sentral yang masih cenderung hawkish.
Tekanan terhadap emas juga berasal dari kenaikan risiko inflasi akibat tingginya harga energi di tengah ketegangan Timur Tengah dan kemungkinan larangan 90 hari terhadap ekspor solar AS. Kondisi tersebut mendorong imbal hasil Treasury AS ke level tertinggi dalam beberapa tahun. Imbal hasil Treasury 10 tahun AS bertahan di dekat level yang terakhir terlihat pada Juli 2007, sehingga memberikan dukungan tambahan bagi Dolar AS dan membatasi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil. Ketidakpastian mengenai waktu dan hasil penyelesaian konflik AS–Iran juga menjaga permintaan terhadap USD sebagai aset safe haven.
Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada awal pekan bahwa dirinya mempertimbangkan tindakan militer yang sangat keras terhadap Iran. Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan komitmen Teheran terhadap program nuklirnya dan penolakan terhadap tekanan AS, sehingga ketidakpastian mengenai kemungkinan kesepakatan damai masih tinggi. Ketegangan semakin meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah target di Riyadh dan fasilitas Aramco. Perkembangan tersebut mempertahankan premi risiko geopolitik dan membuat harga emas tetap menghadapi tekanan dari kombinasi Dolar AS yang kuat, imbal hasil tinggi, serta prospek kebijakan The Fed yang hawkish.
sumber : fxstreet
