Pasar Tenaga Kerja Australia Menguat, Namun Pengangguran Capai Level Tertinggi Lima Tahun

Pasar tenaga kerja Australia menunjukkan perkembangan yang beragam pada Agustus, dengan pertumbuhan lapangan kerja melampaui ekspektasi, tetapi tingkat pengangguran meningkat ke level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan laporan Australian Bureau of Statistics (ABS) pada hari Kamis, jumlah tenaga kerja bertambah 39.500 orang, jauh di atas perkiraan ekonom sebesar 21.500 orang dan berbalik dari penurunan 15.900 orang pada Juli. Peningkatan ini menunjukkan adanya pertumbuhan kesempatan kerja, meskipun kondisi pasar tenaga kerja belum sepenuhnya solid.

Pertumbuhan lapangan kerja terutama didorong oleh peningkatan pekerjaan paruh waktu sebesar 45.600 orang, sementara pekerjaan penuh waktu justru mengalami penurunan sebesar 6.300 orang. Di sisi lain, tingkat pengangguran naik menjadi 4,6% dari 4,5%, melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan angka tersebut tetap stabil. Tingkat pengangguran ini merupakan yang tertinggi sejak November 2021, dengan jumlah pengangguran bertambah sekitar 28.000 orang sepanjang Agustus.

Kepala Statistik Ketenagakerjaan ABS, Sean Crick, menjelaskan bahwa proporsi masyarakat yang sebelumnya berada di luar angkatan kerja dan kemudian masuk ke kategori pengangguran meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tingkat partisipasi angkatan kerja naik menjadi 67,1% dari 66,9%, menyamai rekor tertinggi yang pernah tercatat. Sementara itu, jumlah jam kerja meningkat 0,7% pada Agustus setelah mengalami penurunan dengan persentase yang sama pada Juli. Data ini mencerminkan semakin banyak masyarakat yang memasuki pasar tenaga kerja, tetapi belum seluruhnya berhasil memperoleh pekerjaan.

Rilis data ketenagakerjaan tersebut menjadi perhatian penting menjelang keputusan kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) pada 29 September 2026. Bank sentral telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin sepanjang tahun ini hingga mencapai 4,35%, dan mempertahankannya pada Agustus. Sebelumnya, Gubernur RBA Michele Bullock menyampaikan bahwa tingkat pengangguran mungkin perlu meningkat ke kisaran 4,5%–5% untuk membantu mengendalikan inflasi. Sementara itu, Asisten Gubernur Sarah Hunter menyebutkan bahwa kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin diperlukan.

Pelaku pasar kini mencermati bagaimana data ketenagakerjaan terbaru akan memengaruhi arah kebijakan moneter RBA. Meskipun pertumbuhan lapangan kerja melampaui perkiraan, kenaikan tingkat pengangguran dan dominasi pekerjaan paruh waktu dapat menjadi pertimbangan dalam menilai kekuatan pasar tenaga kerja. Sebelum rilis data ini, pasar telah memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga yang tinggi pada pertemuan RBA berikutnya. Perubahan ekspektasi tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan Dolar Australia (AUD), khususnya terhadap mata uang utama seperti Dolar AS.


sumber : investing