Harga Minyak Rebound, Pasar Menanti Diplomasi AS–Iran
Harga minyak mentah menguat pada perdagangan hari Selasa setelah mengalami penurunan selama empat hari berturut-turut. Penguatan ini dipengaruhi perhatian investor terhadap kemungkinan berlangsungnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan ini. Harapan terhadap penyelesaian diplomatik menjadi salah satu faktor yang mendorong pemulihan harga minyak.
Saat berita ini ditulis Pukul 13.50 WIB, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober menguat 1,63% ke level US$93,45 per barel. Sebelumnya, WTI jatuh 4,5% pada hari Senin, mencatat harga penutupan terendah sejak 9 September 2026.
Sentimen pasar membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan keterbukaannya untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang diperkirakan hadir di New York dalam rangka Sidang Umum PBB. Iran juga telah menyampaikan sejumlah persyaratan untuk kembali terlibat dalam perundingan melalui mediator. Perkembangan ini meningkatkan harapan bahwa jalur diplomasi dapat membantu meredakan konflik dan mengurangi risiko gangguan pasokan minyak.
Kekhawatiran pasokan turut mereda setelah Arab Saudi dilaporkan meningkatkan pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz menyusul gangguan pada jaringan pipa East-West. Berdasarkan data satelit yang dikutip Reuters, rata-rata aliran minyak Saudi melalui Selat Hormuz mencapai sekitar 2,9 juta barel per hari dalam enam hari terakhir, meningkat tajam dibandingkan Agustus. Namun, pasar tetap rentan terhadap gangguan baru akibat serangan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran terhadap target-target Saudi serta keterbatasan pada sejumlah jalur ekspor.
Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati perkembangan geopolitik Timur Tengah dan rencana pertemuan Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada pekan ini. Selain isu perdagangan dan geopolitik, kondisi perekonomian Tiongkok menjadi perhatian penting karena negara tersebut merupakan importir minyak terbesar di dunia. Prospek permintaan energi Tiongkok, perkembangan diplomasi AS–Iran, serta keamanan jalur distribusi minyak akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga minyak mentah dalam sesi perdagangan mendatang.
sumber : investing
