Emas Tertekan, Pasar Menanti Arah Kebijakan The Fed
Harga Emas (XAUUSD) mengawali pekan ini dengan pelemahan setelah gagal menembus level US$4.400 pada perdagangan hari Jumat. Kondisi tersebut menghentikan pemulihan selama dua hari dari level terendah enam pekan yang tercatat pada hari Rabu sebelumnya. XAUUSD diperdagangkan turun 0,63% ke level US$4.348,53 per troy ounce saat berita ini ditulis Pukul 13.25 WIB di hari Senin, sementara para pelaku pasar menantikan perkembangan terbaru terkait krisis Timur Tengah dan dampaknya terhadap inflasi, ekspektasi suku bunga, serta daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Ketegangan geopolitik masih menjadi perhatian utama setelah pasukan Houthi yang didukung Iran dilaporkan menyerang sejumlah lokasi sensitif di Riyadh, Arab Saudi, menggunakan rudal dan drone pada Sabtu. Di sisi lain, Iran menolak membuka kembali Selat Hormuz maupun melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat sebelum sejumlah tuntutannya dipenuhi. Presiden AS Donald Trump juga menyampaikan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya terkait perang Iran, sehingga premi risiko geopolitik tetap memengaruhi sentimen pasar.
Dari sisi moneter, prospek kebijakan hawkish Federal Reserve (The Fed) turut memberikan dukungan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven sekaligus menekan harga Emas. Proyeksi dot plot menunjukkan bahwa para pejabat The Fed memperkirakan masih adanya satu kenaikan suku bunga pada tahun ini, setelah kenaikan pertama dalam lebih dari tiga tahun. Namun, penurunan imbal hasil obligasi AS dari level tertinggi multi-tahun berpotensi membatasi penguatan Dolar AS dan membantu menahan pelemahan lebih lanjut pada logam mulia.
Pandangan hawkish juga datang dari Nordea yang menilai perekonomian AS tetap tangguh, dengan tekanan inflasi yang belum menunjukkan banyak tanda mereda dan pasar tenaga kerja yang masih bertahan dengan baik. Kondisi tersebut dinilai memperkuat alasan bagi penerapan kebijakan moneter yang lebih restriktif. Nordea mempertahankan proyeksi dua kenaikan suku bunga tambahan, sembari mengingatkan bahwa risiko kebijakan dapat mengarah pada kenaikan yang lebih besar dari perkiraan saat ini.
Sementara itu, pemulihan pengiriman Minyak dari Arab Saudi mendorong harga Minyak Mentah ke level terendah dalam lebih dari sepekan, sehingga meredakan kekhawatiran langsung terhadap lonjakan inflasi dan menjaga imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun di bawah 5%. Pasar juga menantikan pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada Kamis, serta komentar sejumlah anggota FOMC yang berpotensi memengaruhi pergerakan Dolar AS dan Emas. Dengan latar belakang fundamental yang beragam, pelaku pasar perlu mencermati perkembangan terbaru sebelum menentukan arah perdagangan jangka pendek.
sumber : fxstreet
