Emas Menguat di Tengah Gejolak Timur Tengah dan Kebijakan Hawkish The Fed

Harga Emas (XAUUSD) melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari Jumat dengan kenaikan sebesar 0,81%, meskipun Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga pada pekan yang sama. Penguatan ini terjadi ketika harga Minyak masih bergerak melemah di tengah kekhawatiran baru mengenai gangguan pasokan. XAUUSD diperdagangkan naik dan ditutup di level US$4.376,62 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah dalam hampir dua bulan di US$4.234,87 per troy ounce.

Permintaan terhadap logam mulia tetap tinggi seiring memburuknya sentimen risiko global akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, termasuk serangkaian serangan di kawasan Teluk Persia, serta pertempuran antara kelompok Houthi dan Arab Saudi di Laut Merah, mendorong investor untuk mencari aset safe haven seperti Emas.

Kekhawatiran terhadap pasokan Minyak turut meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran dilaporkan menyerang pipa minyak Arabian East-West pada pekan sebelumnya, sehingga operasionalnya terpaksa dihentikan. Berdasarkan laporan Bloomberg, gangguan tersebut berpotensi menunda pengiriman Minyak kepada pembeli di Eropa, meskipun Saudi Aramco belum mengonfirmasi informasi tersebut. Di sisi lain, harga West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak lesu, sementara Indeks Dolar AS (DXY) relatif stabil di level 99,91.

Dari sisi kebijakan moneter, imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun meningkat hampir enam basis poin menjadi 4,996%, terutama setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu melalui keputusan bulat. Proyeksi dot plot menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat masih memperkirakan adanya setidaknya satu kenaikan suku bunga tambahan. Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa kondisi ekonomi AS tetap kuat, sementara bank sentral masih berfokus mengembalikan inflasi menuju target 2%. Data Produksi Industri AS juga menunjukkan stagnasi pada Agustus, dengan pertumbuhan bulanan sebesar 0%, lebih rendah dibandingkan ekspektasi 0,3%.

Pasar kini memperhitungkan peluang sebesar 55% bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober, berdasarkan data Prime Terminal. Sementara itu, Presiden The Fed Kansas City Jeffrey Schmid menyatakan dukungannya terhadap kenaikan suku bunga, dengan alasan inflasi masih berada di atas 3% dan kondisi ekonomi tetap solid. Di luar AS, Bank of England mempertahankan suku bunga, sedangkan Bank of Japan menaikkannya sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%. Pada pekan ini, perhatian pasar akan tertuju pada pidato sejumlah pejabat The Fed, data ketenagakerjaan AS, S&P Flash PMI, dan Pesanan Barang Tahan Lama sebagai katalis penting bagi pergerakan Emas dan pasar keuangan global.


sumber : fxtreet