Dolar AS Melemah, Pasar Menanti Laporan NFP dan Perkembangan Timur Tengah

Indeks Dolar AS (DXY) kembali melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran 99,65, mendekati level terendah sejak pertengahan Juni 2026. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya optimisme terhadap kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran, serta sikap hati-hati investor menjelang rilis Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang akan menjadi fokus utama pasar pada hari Jumat.

Sentimen pasar membaik setelah Iran menyatakan bahwa pembahasan dengan Oman mengenai kerangka pelayaran komersial di Selat Hormuz hampir mencapai kesepakatan. Harapan akan terbukanya kembali jalur perdagangan energi tersebut mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti Dolar AS. Di sisi lain, data ADP Employment Change dan ISM Services PMI yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Meski demikian, risiko geopolitik belum sepenuhnya mereda. Serangan rudal kelompok Houthi terhadap kapal tanker minyak di Laut Merah kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global. Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak dan menjaga risiko inflasi tetap tinggi, sehingga berpotensi membatasi pelemahan Dolar AS apabila tekanan harga kembali meningkat.

Pelaku pasar kini menantikan rilis Nonfarm Payrolls (NFP) sebagai indikator utama kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Hasil yang lebih kuat dari perkiraan dapat kembali meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan menopang penguatan Dolar AS. Sebaliknya, data yang lebih lemah berpotensi memperbesar peluang pelonggaran kebijakan The Fed dan memberikan tekanan lanjutan terhadap Greenback.

Dari sisi teknikal, Indeks Dolar AS masih berada dalam tren bearish jangka pendek karena bergerak di bawah Simple Moving Average (SMA) 50-hari di sekitar 100,55. Selama indeks belum mampu kembali menembus area tersebut, tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi, sementara level di sekitar 99,60 menjadi area support penting yang akan diperhatikan investor.


sumber : fxstreet