Harga Emas Bergerak Terbatas, Imbas Penguatan Dolar AS dan Ketidakpastian Timur Tengah

Harga emas (XAUUSD) menguat tipis pada perdagangan hari Selasa, namun kenaikannya terbatas karena pelaku pasar masih menunggu perkembangan terbaru terkait konflik di Timur Tengah. XAUUSD diperdagangkan nai 0,2% ke level US$ 4.063,54 per troy ounce saat berita ini ditulis Pukul 13.20 WIB. Ketidakpastian mengenai negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mendorong permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga membatasi ruang kenaikan harga emas.

Ketegangan kembali meningkat setelah Iran membantah adanya perundingan dengan AS, bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Donald Trump yang sebelumnya mengklaim negosiasi akan kembali dimulai. Situasi semakin memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan melancarkan serangan drone ke pangkalan militer AS di Kuwait, sehingga meningkatkan kembali premi risiko geopolitik di pasar keuangan.

Di sisi lain, harga minyak mentah mulai pulih setelah pejabat senior Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz belum akan dibuka kembali sepenuhnya dan memperingatkan akan mengambil tindakan terhadap kapal perang AS. Kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global membuat harga minyak menguat, yang pada akhirnya meningkatkan risiko inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.

Data PMI Manufaktur ISM AS yang dirilis sebelumnya menunjukkan aktivitas manufaktur mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat tahun. Kondisi tersebut memperkuat prospek kenaikan suku bunga The Fed, dengan pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September melebihi 60% dan lebih dari 85% sebelum akhir tahun. Ekspektasi tersebut memberikan dukungan tambahan bagi penguatan Dolar AS.

Meski demikian, investor masih cenderung berhati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, terutama laporan Non-Farm Payrolls (NFP) pada hari Jumat. Data tersebut diperkirakan menjadi penentu utama arah kebijakan The Fed berikutnya. Selama Dolar AS tetap kuat dan ekspektasi suku bunga tinggi bertahan, prospek jangka pendek harga emas masih cenderung berada di bawah tekanan.


sumber : fxstreet