Harga Emas Menguat Ditopang Pelemahan Dolar AS, Pasar Menanti Data Ekonomi AS Pekan Ini

Harga emas melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin, didukung oleh pelemahan Dolar AS setelah meredanya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong penurunan harga minyak. XAUUSD naik 0,45% ke level US$4.068,55 per troy ounce saat berita ini ditulis Pukul 13.25 WIB.

Penguatan emas terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran dan sejumlah negara Timur Tengah meminta tambahan waktu untuk menyelesaikan kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz serta penyelesaian isu nuklir Iran. Pernyataan tersebut membuat pasar mengurangi kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik di kawasan.

Meredanya risiko geopolitik menyebabkan harga minyak turun lebih dari US$5 per barel pada awal perdagangan Asia, sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi akibat gangguan pasokan energi. Di sisi lain, Indeks Dolar AS kembali melemah di bawah level 100, sekitar 99,6, sehingga membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih menarik bagi investor global.

Meski demikian, investor tetap berhati-hati karena beberapa pejabat Federal Reserve (The Fed) masih menilai inflasi AS terlalu tinggi dan mendukung kebijakan suku bunga yang lebih ketat. Kenaikan suku bunga biasanya memberikan tekanan terhadap emas karena meningkatkan biaya peluang dalam memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Perhatian pasar kini tertuju pada rangkaian data ekonomi AS pekan ini, termasuk laporan lowongan pekerjaan JOLTS, data tenaga kerja swasta ADP, klaim pengangguran mingguan, serta laporan Non-Farm Payrolls (NFP). Data tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga The Fed dan pergerakan harga emas selanjutnya.


sumber : investing.com