Euro Melemah Jelang Keputusan The Fed, Dolar AS Bertahan Dekati Level Tertinggi Bulanan

Mata uang Euro (EUR) melemah ke level terendah dalam satu bulan terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sesi Eropa hari Selasa. Pasangan EURUSD turun ke kisaran 1,136, seiring menguatnya dolar AS menjelang pengumuman hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan pada hari Rabu.

Penguatan dolar tercermin pada Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama dunia. Hingga saat berita ini ditulis, DXY diperdagangkan di sekitar 101,41, atau mendekati level tertinggi dalam satu bulan, didukung oleh sikap hati-hati investor yang menunggu arah kebijakan terbaru dari bank sentral Amerika Serikat.

Dalam pertemuan kali ini, The Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%–3,75%. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang bank sentral mempertahankan suku bunga berada di sekitar 62%, sementara sisanya masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga.

Meski keputusan suku bunga diperkirakan tidak berubah, perhatian utama pasar akan tertuju pada pernyataan resmi The Fed serta konferensi pers Ketua Kevin Warsh. Investor berharap memperoleh petunjuk mengenai prospek inflasi dan arah kebijakan moneter ke depan. Namun, The Fed diperkirakan tidak akan memberikan forward guidance yang tegas, mengingat Warsh sebelumnya menyatakan bahwa panduan kebijakan jangka depan kurang relevan dalam kondisi ekonomi saat ini yang masih dipenuhi ketidakpastian.

Sementara itu, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan September masih cukup tinggi. Data CME FedWatch Tool menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan tersebut mencapai sekitar 80,8%, mencerminkan keyakinan investor bahwa tekanan inflasi di Amerika Serikat masih menjadi perhatian utama bank sentral.

Dari kawasan Eropa, fokus investor kini beralih pada rilis data inflasi Jerman dan Zona Euro. Data awal Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) Jerman dijadwalkan dirilis pada Kamis, disusul data inflasi Zona Euro pada Jumat. Kedua laporan tersebut diperkirakan akan menjadi indikator penting dalam menentukan arah kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

Komentar dari para pejabat ECB juga menjadi perhatian pasar. Pada hari Senin, anggota Dewan Gubernur ECB sekaligus Gubernur Bank Nasional Slovakia (NBS), Peter Kazimir, menyatakan bahwa setidaknya satu kali kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan masih diperlukan untuk menekan tekanan inflasi yang tetap tinggi. Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa ECB masih akan mempertahankan sikap hawkish apabila inflasi di kawasan Eropa belum menunjukkan penurunan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, pergerakan pasangan EUR/USD dalam jangka pendek diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh hasil rapat The Fed, pernyataan Ketua Kevin Warsh, serta data inflasi dari Eropa yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang.


Sumber: FXStreet.