USDJPY Turun, Yen Menguat Tekan Dolar AS
Pada perdagangan 10 Juli 2026, pasangan mata uang USDJPY bergerak turun seiring menguatnya mata uang Yen Jepang terhadap Dolar AS. USDJPY diperdagangkan turun 0,52% ke level 161,543 saat berita ini ditulis Pukul 13.45 WIB. Pelemahan pasangan ini dipicu oleh kombinasi sentimen positif terhadap Yen dan tekanan yang dialami Dolar AS setelah pelaku pasar kembali mengevaluasi prospek kebijakan moneter Federal Reserve. USDJPY bahkan sempat turun menuju area 161,40, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap Yen sebagai aset safe haven sekaligus berkurangnya minat beli terhadap Dolar AS.
Salah satu faktor utama yang mendorong penurunan USDJPY adalah meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan melanjutkan proses normalisasi kebijakan moneternya. Data inflasi produsen (PPI) Jepang yang tetap tinggi serta reformasi fiskal yang diumumkan pemerintah meningkatkan keyakinan investor bahwa BoJ memiliki ruang untuk mempertahankan sikap yang lebih hawkish dibanding beberapa tahun terakhir. Harapan kenaikan suku bunga Jepang tersebut mempersempit selisih imbal hasil (yield differential) dengan Amerika Serikat sehingga mendukung penguatan Yen.
Di sisi lain, Dolar AS mengalami tekanan setelah risalah FOMC dan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tinggi mulai terbatas. Pelemahan Indeks Dolar (DXY) mendorong investor melakukan aksi profit taking pada posisi beli USD, termasuk terhadap Yen. Berkurangnya permintaan terhadap Dolar membuat USDJPY kehilangan momentum kenaikannya dalam perdagangan akhir pekan.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Meskipun ketegangan geopolitik global masih menjadi perhatian, optimisme terhadap perkembangan diplomatik dan pelemahan harga minyak membantu memperbaiki sentimen risiko. Dalam kondisi tersebut, Yen tetap memperoleh dukungan karena investor mulai mengantisipasi perubahan arah kebijakan moneter Jepang serta mengurangi eksposur terhadap posisi carry trade yang sebelumnya menguntungkan Dolar AS.
Menurut Francesco Pesole, Senior FX Strategist di ING, pasar mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap prospek kebijakan Bank of Japan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Ia menilai bahwa apabila ekspektasi pengetatan kebijakan BoJ terus menguat sementara Dolar AS kehilangan dukungan dari data ekonomi, maka tekanan turun pada USDJPY berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Pandangan tersebut sejalan dengan meningkatnya minat investor terhadap Yen di tengah perubahan ekspektasi suku bunga global.
sumber : reuters
