USDJPY Terus Menguat, Sentuh Level Tertinggi 40 Tahun

Pasangan mata uang USDJPY bergerak menguat karena permintaan terhadap dolar AS kembali meningkat, sementara yen Jepang masih berada di bawah tekanan. USDJPY sempat mencapai level tertinggi 40 tahun di level 163,973. Pelaku pasar kembali menempatkan fokus pada perbedaan imbal hasil (yield differential) antara Amerika Serikat dan Jepang yang masih cukup lebar. Meskipun Bank of Japan (BoJ) telah memulai siklus kenaikan suku bunga, pasar menilai kebijakan tersebut masih berlangsung secara bertahap sehingga belum cukup kuat untuk menopang penguatan yen secara berkelanjutan.

Di sisi Amerika Serikat, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang relatif ketat dalam waktu lebih lama telah mendorong kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS. Kondisi tersebut meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar AS sehingga investor global kembali melakukan pembelian USD. Arus modal yang mengalir ke aset dolar menjadi salah satu faktor utama yang mengangkat USDJPY ke level yang lebih tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, yen Jepang masih dibayangi keraguan investor terhadap kecepatan normalisasi kebijakan Bank of Japan. Walaupun BoJ telah menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam beberapa dekade, sebagian besar ekonom memperkirakan langkah selanjutnya akan dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu pemulihan ekonomi Jepang maupun stabilitas pasar obligasi domestik. Akibatnya, investor masih cenderung menjadikan yen sebagai mata uang dengan imbal hasil rendah untuk strategi carry trade, sehingga permintaan terhadap yen tetap terbatas.

Faktor lain yang turut menopang kenaikan USDJPY adalah meningkatnya kewaspadaan terhadap pelemahan yen yang dianggap sudah cukup dalam. Laporan terbaru Departemen Keuangan Amerika Serikat menyoroti volatilitas yen yang berlebihan dan mendorong BoJ untuk terus melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya. Namun, hingga saat ini pasar masih lebih mempercayai kekuatan fundamental dolar dibandingkan potensi penguatan yen, sehingga USDJPY tetap bertahan dalam tren naik meskipun risiko intervensi pemerintah Jepang masih membayangi.

Dari sisi sentimen pasar, investor juga terus memantau kemungkinan intervensi pemerintah Jepang apabila pelemahan yen semakin tajam. Kendati demikian, selama selisih suku bunga antara AS dan Jepang masih lebar serta imbal hasil Treasury tetap tinggi, peluang penguatan USDJPY masih relatif terbuka. Risiko koreksi memang tetap ada apabila BoJ memberikan sinyal yang lebih agresif atau otoritas Jepang melakukan intervensi langsung di pasar valuta asing, namun untuk saat ini dominasi dolar AS masih menjadi tema utama pergerakan pasangan mata uang tersebut.

Menurut Lee Hardman, Senior Currency Analyst di MUFG, penguatan USDJPY masih didorong oleh ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang tetap tinggi, sementara pasar belum sepenuhnya yakin bahwa Bank of Japan akan melakukan pengetatan kebijakan secara agresif. Ia menilai perbedaan imbal hasil obligasi kedua negara masih menjadi faktor fundamental utama yang menjaga dolar tetap unggul terhadap yen, meskipun ancaman intervensi dari otoritas Jepang berpotensi membatasi kenaikan lebih lanjut.


sumber : reuters