USDJPY Tertekan, Kekuatan Yen Jepang Masih Berlanjut

Yen Jepang masih menunjukkan kekuatan yang berkelanjutan, tercermin dari pergerakan USDJPY yang dalam beberapa hari terakhir sempat turun hingga sekitar 152,87 sebelum stabil di area 153,26. Michael Wan dari MUFG menilai volatilitas terbaru tersebut masih mencerminkan tekanan terhadap USDJPY, sementara pelaku pasar terus mencermati faktor domestik Jepang dan perkembangan global yang berpotensi memengaruhi arah pasangan mata uang ini.

Data ekonomi Jepang yang dirilis terbaru menunjukkan hasil yang beragam, dengan pendapatan tunai tenaga kerja yang lebih kuat tetapi pertumbuhan PDB yang lebih lemah. Meski demikian, kombinasi data tersebut belum cukup untuk mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan Bank of Japan (BoJ). Pasar masih pada dasarnya memperhitungkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, sehingga perhatian kini lebih tertuju pada komunikasi BoJ mengenai arah dan kecepatan kenaikan suku bunga berikutnya.

Selain faktor domestik Jepang, USDJPY juga menghadapi sejumlah katalis eksternal. Lonjakan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global, sementara rencana buyback Departemen Keuangan AS serta rilis CPI AS menjadi perhatian penting pasar. Pergerakan USDJPY selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh apakah data inflasi AS memperkuat atau justru mengurangi ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve. Di sisi lain, komentar Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang menyinggung kebijakan Jepang dan penguatan Yen turut menambah perhatian terhadap arah mata uang Jepang.

Secara historis, penurunan USDJPY sebesar 10% atau lebih bukan merupakan fenomena yang tidak biasa. Namun, faktor pendorong penurunan menjadi sangat penting untuk menentukan dampaknya terhadap pasar secara keseluruhan. Jika pelemahan USDJPY terutama berasal dari faktor domestik Jepang seperti ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ, dampaknya terhadap pasar berisiko dan carry trade cenderung lebih terbatas. Sebaliknya, apabila penguatan Yen dipicu oleh episode risk-off global dan lonjakan volatilitas, tekanan dapat menyebar lebih luas ke aset berisiko dan strategi carry trade.

Secara keseluruhan, USDJPY masih memiliki bias bearish selama ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ tetap kuat dan Yen terus mendapatkan dukungan dari faktor domestik Jepang. Area 152,87 menjadi perhatian sebagai support terdekat, sementara 153,26 menjadi area penting untuk melihat apakah pasangan ini mampu melakukan pemulihan. Selama harga masih berada di bawah area tersebut dan kebijakan BoJ cenderung mendukung penguatan Yen, risiko penurunan USDJPY tetap terbuka. Namun, pasar perlu mewaspadai CPI AS dan perubahan sentimen risiko global karena keduanya dapat memicu volatilitas yang lebih besar.


sumber : fxstreet