USD Tertekan, Fokus Beralih ke Risalah The Fed dan Data Global

Dolar AS (DXY) melanjutkan pelemahannya dan bertahan di bawah 100,00 setelah data ekonomi AS menunjukkan pelemahan, termasuk Sentimen Konsumen Michigan yang turun jauh di bawah ekspektasi. Kondisi ini semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026.

Fokus pasar pekan ini akan tertuju pada Risalah FOMC hari Rabu, yang dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai perbedaan pandangan para pejabat The Fed terkait kebijakan suku bunga. Risalah yang bernada dovish berpotensi semakin menekan USD dan mendukung emas.

Di pasar valuta asing, EURUSD mengakhiri pekan di 1,1566 dan mendekati level tertinggi dua bulan, sementara GBPUSD berada di sekitar 1,3535. Pound akan menghadapi serangkaian data penting Inggris, terutama inflasi yang diperkirakan mendekati 3%. Hasil inflasi yang lebih tinggi dapat mendukung GBP karena memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.

USDJPY masih berada di kisaran 159,34 karena Yen tetap relatif lemah, sedangkan AUDUSD menguat di 0,7082 dengan perhatian pasar beralih ke data tenaga kerja Australia dan perkembangan ekonomi Tiongkok.

Di pasar komoditas, WTI bertahan di kisaran US$82 per barel. Sementara itu, emas mengakhiri pekan sekitar US$4.376, didukung oleh pelemahan USD dan menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Secara keseluruhan, sentimen pasar saat ini cenderung negatif terhadap USD. Jika Risalah FOMC menunjukkan sikap dovish, tekanan terhadap USD berpotensi berlanjut dan memberikan ruang bagi emas, EURUSD, GBPUSD, serta mata uang komoditas untuk menguat.


sumber : fxstreet